Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung rombongan pemerintah pusat sekaligus mendampingi seluruh rangkaian kegiatan yang mengusung tema Green and Smart Port Initiatives (ASRI) 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat konektivitas distribusi pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Perdagangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Anggota DPR RI Eko Patrio, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran pimpinan BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pelabuhan memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung distribusi pangan nasional. Menurutnya, keberadaan pelabuhan tidak lagi dipandang semata sebagai tempat aktivitas bongkar muat, melainkan menjadi simpul utama yang menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi hingga wilayah konsumsi masyarakat.
"Pelabuhan memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai simpul utama sistem logistik pangan nasional yang menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi hingga daerah konsumsi. Kelancaran logistik akan menjaga pasokan, menekan harga, dan memperkuat stabilitas pangan nasional," ujar Zulkifli Hasan.
Ia mengungkapkan, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan di sektor logistik, mulai dari keterbatasan kedalaman alur pelabuhan, antrean kapal, hingga tingginya biaya distribusi. Oleh sebab itu, transformasi sistem logistik menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh pembangunan infrastruktur nasional didorong menerapkan konsep ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) sebagai standar baru dalam pengelolaan kawasan strategis.
"Tantangan di sektor logistik tidak bisa dihadapi dengan cara lama. Transformasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan," tegasnya.
Selain pembenahan infrastruktur logistik, pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan tata kelola distribusi pupuk serta berbagai regulasi strategis, termasuk kebijakan harga gabah, guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjamin kesejahteraan petani.
"Program ketahanan pangan harus kita tuntaskan bersama. Pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sebagai satu tim agar cita-cita Indonesia yang maju dan berdaulat pangan dapat tercapai," pungkasnya.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Menko Pangan bersama rombongan menghadiri kegiatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) dengan menyerahkan 600 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri atas 400 paket bagi warga dan nelayan serta 200 paket bagi pengemudi ojek daring. Masing-masing paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram.
Salah seorang penerima bantuan, Rizal, pengemudi ojek online Grab, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
"Saya sangat senang dengan acara HAJATAN yang diselenggarakan oleh pemerintah bersama Petrokimia. Kegiatan seperti ini sangat membantu kebutuhan pangan masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan," tuturnya.
Kunjungan kerja di Kabupaten Gresik menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam membangun sistem logistik pangan yang tangguh. Melalui penguatan infrastruktur pelabuhan, modernisasi distribusi, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis cita-cita mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dapat direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
(Dwi RK)
dibaca


