![]() |
| [Foto : Sinergi DPRD, Forkopimcam, dan Pemerintah Desa dalam Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Pertanian Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Duduksampeyan] |
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Gresik Komisi II M. Nasih dan Muhammad, jajaran Forkopimcam Duduksampeyan, seluruh kepala desa beserta perangkat desa se-Kecamatan Duduksampeyan, Ketua PKD Duduksampeyan Suryadi, para penyuluh pertanian, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam arahannya, M. Nasih menekankan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani harus berjalan beriringan dengan penerapan teknologi modern agar produktivitas pertanian semakin meningkat.
Ia menyebut pemanfaatan alat dan mesin pertanian, penggunaan benih unggul, pertanian presisi berbasis data, hingga teknologi drone sebagai langkah nyata yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus hasil panen petani.
"Peran kepala desa sangat penting sebagai penggerak pembangunan pertanian. Pendampingan kepada petani harus terus dilakukan agar mampu menghadapi tantangan, baik perubahan teknologi maupun gangguan hama," ujar M. Nasih.
Sementara itu, Anggota DPRD Komisi II, Muhammad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Muhammad juga memastikan DPRD akan terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perbaikan jaringan irigasi, normalisasi telaga, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
"Kami berkomitmen memperjuangkan kebutuhan para petani. Infrastruktur pertanian seperti irigasi dan sumber air harus menjadi perhatian bersama agar produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," tegasnya.
Pada sesi diskusi, sejumlah kepala desa menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi hambatan di lapangan. Kepala Desa Kandangan, Miftahul Huda, mengusulkan penataan jaringan irigasi serta normalisasi saluran air untuk mengoptimalkan pengairan lahan pertanian.
Kepala Desa Tambakrejo, Abdul Latif, berharap adanya dukungan pemerintah dalam melegalkan pengerukan telaga yang mengalami pendangkalan sekitar 1,5 meter sehingga kembali berfungsi sebagai sumber air bagi pertanian maupun kebutuhan masyarakat.
Senada dengan itu, Kepala Desa Gredek, Bahrul Ghofar, menyoroti pentingnya kepastian regulasi terkait normalisasi telaga agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, berbagai aspirasi masyarakat desa berhasil dihimpun sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan sektor pertanian. Diharapkan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan para petani semakin kuat untuk mewujudkan pertanian Gresik yang modern, mandiri, serta mampu menopang ketahanan pangan secara berkelanjutan.
(Ul RK)
dibaca
