Rajawali Kompas

Tim Kortastipidkor Polri Geledah Kantor PT Barata Indonesia di Gresik, Terkait Dugaan Korupsi Proyek PG Assembagoes

[Foto : Kantor PT Barata Indonesia (Persero)]
Gresik | Rajawalikompas.com – Tim Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri melakukan penggeledahan di Kantor PT Barata Indonesia (Persero), yang berlokasi di Jalan Darmosugondo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa (9/6/2026) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebanyak delapan personel penyidik mendatangi kantor perusahaan pelat merah tersebut menggunakan dua unit kendaraan. Sejumlah penyidik tampak memasuki area gedung sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian berseragam lengkap.

Selain tim dari Kortastipidkor Polri, terlihat pula personel dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Gresik yang turut berada di lokasi untuk melakukan pendampingan selama proses penggeledahan berlangsung.

Dilansir dari DetikJatim, penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan penyidikan kasus tindak pidana korupsi pada proyek konstruksi terintegrasi Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) dalam proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Dalam proyek tersebut, PT Barata Indonesia diketahui bertindak sebagai pelaksana konstruksi. Proyek modernisasi pabrik gula milik PTPN XI itu sebelumnya juga sempat menjadi perhatian aparat penegak hukum terkait dugaan penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara.

Meski aktivitas penggeledahan berlangsung cukup ketat, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat keterangan resmi baik dari pihak Kortastipidkor Polri maupun manajemen PT Barata Indonesia terkait tujuan, ruang lingkup, maupun hasil sementara dari kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah seorang petugas keamanan PT Barata Indonesia yang enggan disebutkan identitasnya mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait kegiatan yang sedang berlangsung di dalam area perusahaan.

"Saya tidak tahu, jangan masuk dulu," ujarnya singkat kepada awak media.

Penggeledahan ini menambah perhatian publik terhadap proses penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi proyek strategis yang melibatkan badan usaha milik negara. Masyarakat pun menantikan penjelasan resmi dari aparat penegak hukum guna memastikan transparansi dan kepastian hukum dalam penanganan perkara tersebut.

Rajawali Kompas akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru setelah adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

(Redaksi )

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama