Rajawali Kompas

Jajanan Pasar Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Produk Pabrikan, Luluk Maria Ulfa: Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman

[Foto : Luluk Maria Ulfa Pelaku Usaha Jajanan Pasar Atau Jajanan Tradisional Asal Desa Tumapel]
Gresik | Rajawalikompas.com – Di tengah maraknya makanan instan dan jajanan modern produksi pabrikan yang membanjiri pasar, keberadaan jajanan tradisional atau yang akrab disebut jajanan pasar ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Beragam kue tradisional seperti putu ayu, klepon, lapis, kue mangkok, nagasari, cenil, dan aneka jajanan khas Nusantara lainnya hingga kini tetap diburu berbagai kalangan. Selain menghadirkan cita rasa khas yang sulit tergantikan, jajanan pasar juga menyimpan nilai budaya dan kenangan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Salah satu pelaku usaha yang konsisten mempertahankan kuliner tradisional tersebut adalah Luluk Maria Ulfa, warga Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Melalui tangan kreatifnya, berbagai jenis jajanan pasar disajikan dengan tampilan menarik tanpa menghilangkan cita rasa autentik yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam setiap pesanan, Luluk menghadirkan beragam pilihan kue tradisional yang tertata cantik dan penuh warna. Tidak hanya menjadi sajian untuk acara keluarga, hajatan, syukuran, maupun pertemuan masyarakat, jajanan pasar produksinya juga kerap menjadi pilihan untuk berbagai kegiatan budaya dan tradisi lokal.

Menurutnya, menjaga eksistensi jajanan pasar bukan semata-mata soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan warisan kuliner bangsa.

"Jajanan pasar itu bukan hanya makanan. Di dalamnya ada cerita, ada tradisi, dan ada kenangan yang menghubungkan generasi lama dengan generasi sekarang," ujarnya.Selasa (09/06/2026)

Fenomena bertahannya jajanan tradisional di tengah derasnya arus modernisasi menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap kuliner lokal. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, tren kembali mencintai produk-produk tradisional mulai tumbuh, terutama di kalangan generasi muda yang ingin mengenal kembali kekayaan kuliner Nusantara.

Pengamat budaya kuliner menilai jajanan pasar memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk pabrikan, yakni nilai kearifan lokal, penggunaan bahan-bahan alami, serta proses pembuatan yang sarat sentuhan tangan dan ketelatenan para pelakunya.

Selain menjadi penggerak ekonomi keluarga dan UMKM, keberadaan pelaku usaha seperti Luluk Maria Ulfa juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan kuliner tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat, jajanan pasar membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap mampu bertahan. Bukan karena mengikuti tren, melainkan karena menjadi bagian dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Keberadaan jajanan pasar hari ini bukan sekedar soal makanan, tetapi tentang menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena di balik setiap kue tradisional, tersimpan rasa, sejarah, dan budaya yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.


(Ul RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama