Rajawali Kompas

Hari Lanjut Usia Nasional ke-30: Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh

[Foto Peringatan Hari Lansia Ke 30 dan Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke 33]
Jakarta | Rajawalikompas.com  – Semangat para lanjut usia (lansia) kembali bergema dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang dipadukan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Pusat, Selasa (9/6/2026), berlangsung meriah, hangat, dan penuh makna.

Mengusung tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh", peringatan tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, hadir langsung dan menunjukkan kedekatannya dengan para peserta. Dengan penuh kehangatan, ia menyapa para lansia satu per satu, berdialog secara langsung, bahkan turut berjoget bersama peserta, termasuk rombongan pemain angklung binaan Yayasan Swastisvarna.

Sikap sederhana dan perhatian yang ditunjukkan Menteri Wihaji mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Dr. (HC) Susianty Kawira atau yang akrab disapa Ibu Susy, Pembina sekaligus Pimpinan Yayasan Swastisvarna.

Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan Menteri Wihaji terhadap para lansia merupakan bentuk pelayanan yang patut diapresiasi dan menjadi teladan bagi para pemimpin.

"Saya baru melihat seorang Menteri yang demikian penuh perhatian kepada masyarakat lanjut usia, selain Prof. Haryono Suyono. Beliau melayani semua tanpa membedakan, menyapa satu per satu dengan penuh kesabaran dan ketulusan," ungkapnya.

Ibu Susy juga menilai penyelenggaraan HLUN tahun ini menghadirkan semangat yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia melihat adanya energi positif yang terus tumbuh dan berkembang dalam upaya pemberdayaan lansia di Indonesia.

"Spiritnya semakin besar dan terus bertumbuh. Karena itu tema Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh sangat relevan dengan kondisi saat ini. Semoga ke depan semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para lansia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Susy mengajak seluruh lansia Indonesia untuk tetap menjaga semangat hidup, kemandirian, serta terus berkarya sesuai kemampuan masing-masing.

Menurutnya, lansia tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kelompok yang harus dilayani, melainkan sebagai individu yang masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

"Mari menjadi lansia yang tangguh dan mandiri. Selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan, teruslah berkarya dan berbuat kebaikan sesuai kapasitas kita masing-masing," pesannya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat terus meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan para lansia, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap. Berbagai fasilitas yang telah tersedia, seperti layanan transportasi gratis dan potongan tarif perjalanan, dinilai sangat membantu dan perlu terus dikembangkan agar kualitas hidup lansia semakin meningkat.

Peringatan HLUN ke-30 ini ditutup dengan berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan para lansia serta prosesi wisuda bagi lulusan Sekolah Lansia. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, berkarya, dan berkontribusi tidak mengenal batas usia.

Melalui peringatan ini, pemerintah dan masyarakat diingatkan bahwa lansia bukanlah beban pembangunan, melainkan aset bangsa yang kaya pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Usia boleh menua, tetapi semangat untuk belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa harus tetap menyala.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama