![]() |
| [Foto : Sedekah Bumi Dusun Tempel Desa Wedani Cerme Gresik] |
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dari tiga RT turut berpartisipasi dengan menghadirkan ancak yang berisi beragam hasil bumi, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga hasil pertanian lainnya yang menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan. Ancak-ancak tersebut kemudian diarak dan dipamerkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kebersamaan antarwarga.
Kepala Dusun Tempel, Muhammad Tohir, mengatakan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada warisan budaya leluhur sekaligus ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
"Melalui Sedekah Bumi ini, kami berharap Dusun Tempel senantiasa menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya hidup rukun, hasil pertaniannya melimpah, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan kesulitan. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan warga," ujar Muhammad Tohir.
Sementara itu, Ketua Panitia, Pardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
"Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Sedekah Bumi ini merupakan milik bersama, sehingga keberhasilannya tidak lepas dari dukungan seluruh warga. Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati generasi mendatang," tutur Pardi.
Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan Ki Dalang Blego dari Balongpanggang, Gresik. Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati lokasi acara hingga malam hari.
Pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana edukasi budaya yang sarat dengan nilai moral, kebijaksanaan, dan filosofi kehidupan. Kehadirannya semakin memperkuat makna Sedekah Bumi sebagai perpaduan antara rasa syukur, pelestarian budaya, dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.
Melalui tradisi Sedekah Bumi, masyarakat Dusun Tempel kembali menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai budaya, gotong royong, serta kearifan lokal yang menjadi identitas dan kekuatan bangsa.
(Fakhri RK)
dibaca
