Rajawali Kompas

Polres Gresik Matangkan Pengamanan Pengesahan 462 Warga Baru PSHT

Rakor lintas instansi dan perguruan silat digelar untuk memastikan prosesi pengesahan warga baru PSHT berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

[Foto : Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Saat Pimpin Rakor Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT]
Gresik | Rajawalikompas.com – Polres Gresik menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Gresik Tahun 2026 di Aula Rupatama Sarja Arya Racana, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik Nanang Setiawan, Ketua PSHT Cabang Gresik Sukamto, serta perwakilan berbagai perguruan silat yang ada di Kabupaten Gresik.

Rakor digelar sebagai langkah antisipasi dan penguatan sinergi menjelang pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT yang akan berlangsung pada momentum bulan Suro, periode yang selama ini identik dengan berbagai kegiatan tradisi dan budaya masyarakat Jawa.

Dalam arahannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa kegiatan bulan Suro merupakan bagian dari tradisi yang harus dihormati dan dijaga bersama. Namun demikian, seluruh rangkaian kegiatan harus tetap berjalan dalam koridor hukum serta tidak mengganggu ketertiban umum.

"Kami berharap seluruh perguruan dapat mengingatkan anggotanya untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kita semua bertanggung jawab menjaga Gresik tetap aman dan kondusif," tegas Kapolres.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh dan pengurus perguruan silat dalam memberikan edukasi kepada anggotanya.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Gresik Sukamto menjelaskan bahwa prosesi pengesahan warga baru akan dilaksanakan pada 16 Juni 2026 di Padepokan PSHT Desa Kambingan, Kecamatan Cerme.

Sebanyak 462 calon warga baru dijadwalkan mengikuti prosesi pengesahan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi dan pembentukan karakter anggota PSHT.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polres Gresik juga memaparkan pola pengamanan yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung, termasuk pemetaan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan.

Sebagai langkah preventif, aparat mengimbau para peserta untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi kegiatan serta menghindari konvoi di jalan raya. Imbauan tersebut bertujuan meminimalkan potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, maupun gesekan yang dapat merugikan masyarakat.

Pendekatan preventif dan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian kegiatan bulan Suro berlangsung.

Rakor tersebut juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh perguruan silat agar tercipta kesamaan persepsi dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Di akhir pertemuan, seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmen untuk bersinergi dan mendukung langkah-langkah pengamanan yang telah disusun demi memastikan prosesi pengesahan warga baru PSHT Cabang Gresik Tahun 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat, organisasi pencak silat, dan masyarakat, Kabupaten Gresik diharapkan tetap menjadi wilayah yang damai serta mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi semangat utama dalam tradisi bulan Suro.

(Fakhri RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama