Rajawali Kompas

Desa Plajan Disiapkan Jadi PEACE PARADISE, Jepara Berpeluang Miliki Desa Perdamaian Dunia

The World Peace Committee menyiapkan Desa Plajan sebagai proyek percontohan bertajuk PEACE PARADISE yang mengusung konsep perdamaian, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi global berbasis kearifan lokal.

[Foto : Karen Merlin, Director of International Events The World Peace Committee, saat menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan program PEACE PARADISE di Desa Plajan, Kabupaten Jepara. (Dok : Istimewa)]

Jepara | Rajawalikompas.com – Sebuah gagasan besar yang menggabungkan nilai perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat tengah disiapkan di Desa Plajan, Kabupaten Jepara. Desa yang dikenal memiliki potensi alam, budaya, dan kehidupan sosial yang kuat itu disebut akan dikembangkan menjadi kawasan percontohan bertajuk PEACE PARADISE atau Desa Perdamaian Dunia.

Rencana tersebut disampaikan oleh Karen Merlin, Director of International Events The World Peace Committee, yang menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan mewujudkan proposal PEACE PARADISE yang sebelumnya digagas oleh Djuyoto Suntani, Presiden Dunia The World Peace Committee.

Menurut Merlin, program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah upaya membangun warisan nilai yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Proposal PEACE PARADISE dari HE Mr Djuyoto Suntani, Presiden Dunia The World Peace Committee 202 Negara, kami pastikan akan diwujudkan di Desa Plajan," ujar Karen Merlin dalam keterangannya, Rabu (11/6/2026).

Konsep PEACE PARADISE sendiri dirancang sebagai kawasan yang mengintegrasikan pembangunan, pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan nilai-nilai perdamaian dan toleransi dalam kehidupan sosial.

Dalam dokumen visi yang disampaikan, Desa Plajan diproyeksikan menjadi pilot project desa perdamaian dunia, sebuah kawasan yang diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat berjalan beriringan dengan harmoni sosial, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, program tersebut juga disebut akan mendorong pengembangan pusat edukasi perdamaian, kawasan eco-wisata, serta pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang dimiliki masyarakat Jepara.

Karen Merlin menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa, pemerintah daerah, hingga jejaring internasional yang dimiliki The World Peace Committee.

"PEACE PARADISE bukan sekadar proyek fisik, melainkan warisan perjuangan," tegasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif, program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan yang terlihat secara fisik, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.

Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama. Setiap tahapan pembangunan direncanakan agar memberikan manfaat langsung kepada warga serta dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia maupun tingkat internasional.

Jika terealisasi, keberadaan PEACE PARADISE berpotensi membuka peluang baru bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, dan investasi sosial berbasis masyarakat di Kabupaten Jepara.

Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih menjadi perhatian publik. Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jepara maupun Pemerintah Desa Plajan terkait implementasi program, skema pendanaan, tahapan pembangunan, serta bentuk konkret kegiatan di lapangan masih dalam proses penelusuran.

Masyarakat berharap setiap rencana yang disusun nantinya dapat berjalan secara transparan, melibatkan warga secara aktif, serta benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan Desa Plajan dan Kabupaten Jepara secara keseluruhan.

Apabila terealisasi sesuai visi yang disampaikan, PEACE PARADISE bukan hanya akan menjadi identitas baru bagi Desa Plajan, tetapi juga berpotensi menjadi simbol bagaimana nilai perdamaian dapat diterjemahkan menjadi pembangunan yang nyata dan berkelanjutan.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama