![]() |
| [Foto : Kenangan Kebersamaan Karen Merlin Director of international Events The World Peace Committee bersama Mendiang HE Mr Djuyoto Suntani presiden dunia The World Peace Committe 202 Negara] |
Foto tersebut memperlihatkan momen hangat antara Karen Merlin dan sosok yang dikenal luas sebagai penggerak perdamaian internasional melalui The World Peace Committee. Dalam foto itu, keduanya tampak berbincang dan berbagi senyum dalam suasana penuh keakraban.
Bagi Karen Merlin, momen tersebut bukan sekedar dokumentasi biasa, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang sarat makna dan pelajaran berharga.
“Bagi saya, beliau bukan hanya seorang pemimpin organisasi perdamaian dunia. Beliau adalah guru, sahabat, sekaligus sosok yang banyak menginspirasi saya dalam memahami arti perdamaian dan persaudaraan antarbangsa,” ujar Karen Merlin saat mengenang sosok almarhum.(Jum'at,12/06/2026)
Menurut Karen, setiap pertemuan dengan HE Mr Djuyoto Suntani selalu dipenuhi diskusi tentang pentingnya membangun persatuan, toleransi, dan kerja sama lintas negara demi menciptakan dunia yang lebih damai.
Ia juga mengingat salah satu pesan yang paling membekas dalam ingatannya, yakni keyakinan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga perdamaian dunia.
“Beliau pernah mengatakan bahwa ketika anak-anak muda mampu menjaga nilai-nilai perdamaian, maka masa depan dunia akan lebih aman dan harmonis,” kenangnya.
Di kalangan pegiat kemanusiaan dan komunitas perdamaian internasional, nama HE Mr Djuyoto Suntani dikenal sebagai tokoh yang konsisten mengampanyekan persatuan global. Berbagai kegiatan dialog lintas budaya, kerja sama kemanusiaan, serta gerakan perdamaian menjadi bagian dari perjuangan yang dijalankannya selama bertahun-tahun.
Unggahan foto kenangan tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet. Sejumlah komentar menyampaikan rasa hormat dan apresiasi terhadap dedikasi almarhum dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Bagi Karen Merlin, kepergian HE Mr Djuyoto Suntani memang meninggalkan duka mendalam. Namun, ia meyakini bahwa semangat dan ajaran yang diwariskan almarhum akan terus hidup melalui berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang kini diteruskan oleh para relawan serta sahabat perjuangannya.
“Dunia mungkin kehilangan sosoknya, tetapi nilai-nilai yang beliau tanamkan akan tetap hidup. Tugas kita adalah melanjutkan semangat perdamaian yang selama ini beliau perjuangkan,” tutup Karen.
Foto kenangan yang kembali viral tersebut menjadi pengingat bahwa warisan terbesar seorang tokoh bukan hanya jabatan atau penghargaan, melainkan inspirasi dan kebaikan yang terus hidup di hati banyak orang.
(Hamim RK)
dibaca

