Rajawali Kompas

GARUDA MENANGIS Karya Priya Kusuma Mengguncang Nurani Bangsa, Simbol Keprihatinan terhadap Kondisi Negeri

[Foto : Lukisan Garuda Menangis Karya Priya Kusuma]
Pasuruan | Rajawalikompas.com – Sebuah karya seni lukis yang sarat makna dan emosi mendalam tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Lukisan berjudul "Garuda Menangis" karya Priya Kusuma, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berhasil menyentuh hati banyak orang dan memantik berbagai tafsir tentang perjalanan bangsa Indonesia saat ini.

Di atas kanvas, Garuda Pancasila digambarkan dengan sorot mata yang berkaca-kaca. Air mata mengalir dari wajah sang burung perkasa. Sayap yang biasanya gagah membentang terlihat sedikit terkulai. Perisai di dadanya tampak kusam dan retak dimakan waktu, sementara pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" tetap digenggam erat di tengah beban yang seolah semakin berat.

Di belakangnya berdiri megah Gunung Arjuna, salah satu gunung yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Jawa Timur. Namun dalam lukisan itu, langit tampak kelabu. Kabut dan asap tipis menyelimuti suasana, menghadirkan kesan duka yang mendalam.

Menurut Priya Kusuma, lukisan tersebut bukan dimaksudkan sebagai simbol kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap perjalanan bangsa.

"Garuda menangis bukan karena takut. Garuda menangis karena masih mencintai negeri ini. Air mata itu adalah bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat, sekaligus harapan agar bangsa ini kembali menemukan jalan terbaiknya," ungkap Priya.Senin (01/06/2026).

Bagi banyak penikmat seni, karya ini menjadi cerminan suasana batin masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, moral, dan kebangsaan.

Garuda selama ini dikenal sebagai lambang kekuatan, persatuan, dan harga diri bangsa Indonesia. Karena itulah, gambaran Garuda yang meneteskan air mata menghadirkan kesan yang begitu kuat.

Banyak warganet menilai lukisan tersebut seolah menjadi suara hati rakyat yang selama ini sulit diungkapkan dengan kata-kata.

"Melihat lukisan ini seperti melihat Indonesia sedang bercermin," tulis salah satu komentar yang viral di media sosial.

Komentar lainnya menyebut:

"Garuda menangis bukan karena kalah. Garuda menangis karena masih peduli kepada anak-anak bangsanya."

Dalam karya tersebut, Gunung Arjuna tidak hanya menjadi latar belakang. Kehadirannya dipandang sebagai simbol sumber kebijaksanaan, keteguhan, dan kekuatan spiritual yang telah lama hidup dalam budaya Nusantara.

Bagi Priya Kusuma, Gunung Arjuna adalah pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki akar peradaban yang kuat. Meski menghadapi berbagai ujian, bangsa ini diyakini masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.

Meski dipenuhi nuansa kesedihan, lukisan "Garuda Menangis" sesungguhnya membawa pesan optimisme. Di ujung tetesan air mata Garuda, tampak cahaya kecil yang menjadi simbol harapan.

Pesan itulah yang ingin disampaikan sang pelukis kepada masyarakat:

Bahwa Indonesia mungkin sedang menghadapi banyak tantangan. Bahwa rakyat mungkin sedang merasakan berbagai kesulitan. Namun selama semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air masih hidup, Garuda tidak akan selamanya menangis.

Suatu saat, air mata itu akan berubah menjadi senyum kebangkitan.

Dan ketika hari itu tiba, Garuda akan kembali mengepakkan sayapnya dengan gagah, mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Reporter : Hamim RK

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama