![]() |
| [Foto : Kegiatan Sinergi Doa Dan Parenting UPT SMP Negeri 5 Gresik] |
Berbeda dengan acara kelulusan pada umumnya, kegiatan yang digagas atas aspirasi para wali murid tersebut lebih menitikberatkan pada penguatan karakter, penghormatan kepada orang tua, serta pembentukan mental generasi muda sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ratusan siswa, orang tua, guru, dan jajaran sekolah larut dalam suasana emosional saat prosesi sungkem berlangsung. Para siswa mendekati kedua orang tua mereka untuk menyampaikan permohonan maaf serta ucapan terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan yang telah diberikan selama mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Tangis haru pun pecah di berbagai sudut lokasi acara. Banyak orang tua terlihat memeluk putra-putri mereka sembari memanjatkan doa agar kelak menjadi anak yang sukses, berbakti, dan berguna bagi bangsa maupun agama.
Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Arsyad Jauhari. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana seorang anak mampu menghormati orang tua dan menjaga akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Plt Kepala UPT SMP Negeri 5 Gresik, H. Sugianto, menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, momen pelepasan siswa akan lebih bermakna ketika diisi dengan nilai-nilai spiritual dan penguatan hubungan keluarga.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa keberhasilan bukan hanya hasil belajar di ruang kelas, tetapi juga buah dari doa yang dipanjatkan setiap hari oleh orang tua. Restu orang tua adalah kekuatan yang tidak terlihat, tetapi memiliki pengaruh luar biasa dalam perjalanan hidup seorang anak," ujarnya.
H. Sugianto juga berpesan agar para lulusan SMP Negeri 5 Gresik terus menjaga semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam meraih cita-cita.
"Ilmu akan membawa seseorang menuju kesuksesan, tetapi akhlak akan menentukan seberapa lama kesuksesan itu bertahan. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," pesannya.
Dengan mengusung semangat "Satu Hati, Satu Doa, Satu Tujuan Membangun Generasi Bangsa yang Tangguh dan Berakhlak Mulia", kegiatan tersebut menjadi penutup yang berkesan bagi para siswa sebelum melangkah menuju babak baru dalam kehidupan mereka.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesuksesan, dan masa depan seluruh siswa. Kesederhanaan kegiatan justru menghadirkan makna yang mendalam, menjadikan pelepasan tahun ini sebagai momentum refleksi, rasa syukur, serta penguatan ikatan antara anak dan orang tua.
(Ul RK)
dibaca
