Perkembangan terbaru, aparat kepolisian mendeteksi keberadaan pelaku di wilayah Pulau Kalimantan. Tim dari Satreskrim dilaporkan telah bergerak ke lokasi untuk melakukan pengejaran intensif.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan sejak kasus ini mencuat ke publik.
“Untuk kasus penipuan ASN, kami dari Satreskrim Polres Gresik telah memantau keberadaan pelaku. Saat ini pelaku berada di Pulau Kalimantan, dan anggota sudah berada di sana untuk melakukan pengejaran,” ujarnya, Jumat (24/4).
Menurut Arya, setelah kasus dugaan penipuan SK ASN palsu ini terungkap, pelaku diduga langsung melarikan diri bersama istri dan anaknya untuk menghindari proses hukum.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Namun jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring pendalaman kasus, mengingat total korban yang terdata sementara mencapai sembilan orang.
“Kemungkinan akan bertambah karena seluruh korban belum kami periksa,” tambahnya.
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian dari sisi penegakan hukum, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan dan verifikasi administrasi di lingkungan birokrasi daerah.
Bagaimana dokumen sepenting SK ASN bisa dipalsukan dan dipercaya oleh korban? Di titik inilah publik menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme rekrutmen, validasi dokumen, serta literasi masyarakat terkait prosedur resmi kepegawaian.
Minimnya pemahaman masyarakat terhadap alur resmi pengangkatan ASN kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, celah pengawasan administratif juga dinilai masih perlu diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus dikembangkan hingga pelaku berhasil diamankan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam jaringan praktik penipuan tersebut.
Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua pihak, baik masyarakat maupun institusi, untuk lebih waspada terhadap praktik-praktik penipuan berkedok rekrutmen ASN.
Polres Gresik memastikan akan mengusut perkara ini hingga tuntas guna memberikan kepastian hukum bagi para korban.
(ul RK)
dibaca
