Rajawali Kompas

Misteri Kematian Perempuan di Blega Terungkap, Anak Tiri Jadi Pelaku

        foto Kasat Reskrim Polres Bangkalan 

BANGKALAN | RAJAWALIKOMPAS.COM — Misteri penemuan jasad seorang perempuan di pinggir jalan desa di Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Bangkalan.


Kurang dari 24 jam sejak kejadian pada Rabu malam (22/4/2026), polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial MH (24), yang diketahui merupakan anak tiri korban.


Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa motif pembunuhan dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban berinisial ABF (30).


“Pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga, yakni anak tiri dan ibu tiri. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sakit hati karena korban diduga berselingkuh dengan pria lain,” jelas AKP Hafid saat ditemui di Mapolres Bangkalan, Jumat (24/4).


Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya boneka Pikachu, pakaian milik korban, serta sebilah celurit yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.


Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban ABF tengah berada di tepi jalan bersama seorang pria berinisial MS (34) serta kakaknya, SH (70), dengan tujuan mencari kendaraan umum.


Tanpa diduga, pelaku datang dari arah belakang sambil membawa celurit dan langsung mengejar ketiganya. Dalam situasi panik, MS dan SH berhasil melarikan diri, sementara korban tertinggal di lokasi.


Pelaku yang sudah diliputi emosi kemudian menyerang korban secara brutal hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.


Atas perbuatannya, MH dijerat dengan Pasal 459 ayat (1) KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 458 ayat (1). Pelaku terancam hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun.


Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan yang dipicu konflik pribadi, sekaligus menjadi peringatan keras akan dampak fatal dari emosi yang tidak terkendali.


(Wid RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama