Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat melakukan kunjungan kerja di SDN 14 Sumalata, Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, pada 9 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Viva Yoga meninjau sekaligus meresmikan sejumlah program pembangunan, mulai dari rehabilitasi sekolah dasar, pembangunan fasilitas sanitasi, hingga infrastruktur penunjang seperti jalan dan tanggul sungai.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan kawasan transmigrasi menjadi layak huni, produktif, dan aman dari bencana. Jika masih ada kebutuhan, akan kami lanjutkan dalam program tahun ini,” ujar Viva Yoga kepada wartawan.
Pembangunan tanggul menjadi solusi konkret atas persoalan banjir yang selama bertahun-tahun melanda kawasan tersebut. Warga mengaku kini dapat menjalani aktivitas tanpa dihantui genangan air saat musim hujan.
Muhammad Hidayat, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sebelum adanya tanggul, air kerap meluap hingga ke jalan utama.
“Dulu kalau banjir sampai ke jalan besar. Sekarang alhamdulillah sudah tidak banjir lagi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah berupaya membangun tanggul darurat, namun tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Dengan adanya tanggul permanen dari Kementrans, persoalan banjir bisa diatasi. Insya Allah kawasan ini sudah bebas banjir,” ujarnya.
Selain tanggul, Kementrans juga membangun dan memperbaiki infrastruktur dasar lainnya, seperti jalan rabat beton dan non-status dengan panjang bervariasi antara 0,25 hingga 2 kilometer. Program ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi warga transmigrasi.
Viva Yoga menegaskan bahwa pihaknya juga telah menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya terkait kebutuhan penambahan panjang tanggul serta peningkatan kualitas jalan.
“Kami terbuka terhadap aspirasi. Pembangunan infrastruktur akan terus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga meresmikan gedung SDN 14 Sumalata yang telah direhabilitasi, termasuk pembangunan fasilitas toilet dan sarana pendukung lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di kawasan transmigrasi.
Ia menegaskan bahwa penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi perhatian pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pesan Presiden, fasilitas pendidikan harus baik dan bersih agar mendukung proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Di Kabupaten Gorontalo Utara sendiri, Kementrans telah melakukan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sanitasi serta air bersih di sedikitnya tiga unit sekolah di kawasan transmigrasi.
Program pembangunan di kawasan transmigrasi merupakan bagian dari implementasi visi besar pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden. Hingga saat ini, Kementrans menjalankan program serupa di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Viva Yoga menegaskan, pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya ditujukan bagi warga transmigran, tetapi juga masyarakat lokal yang tinggal di sekitarnya.
“Kami ingin masyarakat di kawasan transmigrasi bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya. Ini adalah tanggung jawab negara,” tegasnya.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Viva Yoga bersama Bupati Thariq Modanggu melakukan penanaman pohon buah, seperti nangka, mangga, dan rambutan. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat ke depan.
Keberhasilan pengendalian banjir di Sumalata menjadi contoh bahwa intervensi infrastruktur yang tepat sasaran mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat. Ke depan, konsistensi program dan pengawasan berkelanjutan menjadi kunci agar capaian ini tetap terjaga dan memberi manfaat jangka panjang.
(Redaksi RK)
dibaca
