Rajawali Kompas

Megah Dan Sarat Mistis !! Sumber Tetek Wonosunyo Perpaduan Keindahan Alam Dan Jejak Peradaban Leluhur

[Foto : Nuansa mistis Sumber Tetek Wonosunyo di malam hari]

Pasuruan | Rajawalikompas.com - Di lereng timur kawasan Gunung Pawitra atau Penanggungan, yang kerap disebut sebagai salah satu pusat peradaban kuno di Jawa, tersimpan sebuah situs yang menyimpan daya tarik luar biasa yaitu Sumber Tetek Wonosunyo

Tempat ini bukan sekedar sumber mata air biasa. Keberadaannya yang dikenal juga sebagai “Candi Belahan” menghadirkan perpaduan antara keindahan alam, nilai sejarah, dan nuansa spiritual yang kental. Situs ini diyakini memiliki keterkaitan erat dengan peninggalan masa Kerajaan Airlangga, menjadikannya bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang kontemplasi dan jejak peradaban masa lampau.

Menurut Suyit, warga Kabupaten Pasuruan yang telah lama melakukan laku spiritual (nyawiji) di lokasi tersebut, Sumber Tetek Wonosunyo memiliki energi batin yang kuat. Ia menyebut, tempat ini sering dijadikan lokasi ritual dohor batin oleh para pelaku spiritual yang mencari ketenangan jiwa dan penyatuan diri dengan alam.

“Ini bukan hanya sumber air. Ada kekuatan yang tidak kasat mata, tapi bisa dirasakan. Suasananya damai, namun menyimpan getaran energi yang dalam,” ujarnya.Senin (13/04/2026)

Secara visual, situs ini menampilkan dinding batu kuno yang kokoh, arca-arca peninggalan sejarah yang masih terjaga, serta aliran air jernih yang terus mengalir tanpa henti. Cahaya matahari yang menembus celah bebatuan menciptakan suasana dramatis dan sakral, seolah menghidupkan kembali aura masa lalu yang masih berdenyut hingga kini.

Tak sedikit pengunjung yang mengaku merasakan ketenangan batin saat berada di lokasi ini. Perpaduan antara keheningan alam, kesejukan udara pegunungan, dan atmosfer mistis menjadikan Sumber Tetek Wonosunyo sebagai tempat yang unik di mana keindahan fisik dan pengalaman spiritual berjalan beriringan.

Dengan segala pesonanya, situs ini layak disebut sebagai “surga tersembunyi” di Pasuruan. Bukan hanya bagi pecinta wisata alam dan sejarah, tetapi juga bagi mereka yang mencari kedamaian dan pengalaman batin yang mendalam.

“Sumber Tetek bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dirasakan,” pungkas Suyit.

Salam Sumber Tetek Mendunia.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama