Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah ziarah hati yang mendalam. Momen penuh keakraban terjalin saat Gus Tri menerima "Tali Asih" dari para Juru Kunci Makam Leluhur, yang menjadi simbol kuatnya ikatan batin antara generasi masa kini dengan para pendahulu bangsa.
Rute perjalanan yang menelusuri Desa Milangkori menjadi saksi bisu bahwa Safari Budaya ini bukan sekadar tema atau slogan belaka. Ini adalah wujud nyata pengabdian yang menuntut pengorbanan luar biasa, mulai dari tenaga, pikiran, kerja keras jasmani, hingga pengorbanan secara materi dan non-materi yang dicurahkan dengan tulus.
Dalam wawancara eksklusif kepada tim jurnalis, Rabu (15/4/2026), Gus Tri membagikan pengalaman spiritual yang dirasakannya selama menapak tilas di tempat-tempat bersejarah.
"Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menziarahi punden-punden Nusantara, baik pemakaman, petilasan, juga pamoksan hingga destinasi budaya warisan leluhur para pendahulu Nusantara, baik yang ada di Jawa maupun yang ada di luar Jawa. Saya merasa ada penyatuan energi yang berbeda saat berada di tempat-tempat bersejarah tersebut, seakan mendapatkan pencerahan dari kekuatan rahasia Ilahi," ujar Gus Tri.
Lebih jauh, ia berharap gerakan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
"Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi lintas generasi, betapa pentingnya nguri-uri budaya yang menjadi warisan berkelanjutan ini," tambahnya.
Kesungguhan Gus Tri dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai spiritual ini sungguh patut diapresiasi setinggi-tingginya. Semoga langkah mulia ini senantiasa membawa berkah dan menjadi jembatan silaturahmi yang kokoh bagi seluruh masyarakat Nusantara.
(Hamim RK)
dibaca

