![]() |
| [Foto : S Hariyanto Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik] |
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet di Istana Negara. Pemerintah menekankan pentingnya langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Meski wacana WFH menguat di sektor perkantoran pemerintahan, sektor pendidikan dipastikan tetap berjalan normal. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti, menegaskan bahwa kebijakan penghematan energi tidak akan memengaruhi proses belajar mengajar.
“Tidak ada skema pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kegiatan belajar tetap berlangsung seperti biasa,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, menyatakan pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Terkait wacana WFH, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik akan tegak lurus dengan instruksi pemerintah pusat,” tegasnya.
Di sisi lain, Hariyanto mengingatkan para siswa, khususnya di tingkat akhir, untuk tetap fokus belajar. Ia mengimbau siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP agar tidak lengah di sisa masa libur sekolah.
Hal ini penting sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Persiapan sejak dini diharapkan mampu mendorong hasil evaluasi yang optimal bagi para siswa di Kabupaten Gresik.
(Eko Hardiyan RK)
dibaca
