Pasuruan | Rajawalikompas.com - Dinamika perkembangan sosial di Desa Kenduruan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, kini memasuki fase lanjutan yang krusial. Pasca-keberhasilan warga dalam memperjuangkan sejumlah tuntutan awal terkait pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500/150 kV Bangil, elemen masyarakat bersama Pemerintah Desa kini bergerak cepat mempersiapkan proposal Corporate Social Responsibility (CSR) perdana.
Dalam pertemuan koordinasi yang digelar malam ini, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) desa berkumpul untuk merumuskan kerangka proposal secara matang. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Pemerintah Desa Kenduruan Salim Mahendra (mantan Kepala Desa sekaligus suami Kepala Desa saat ini), Ketua BPD Kenduruan Munir, tokoh masyarakat Purnomo, perwakilan Paguyuban Dusun Mengeng Uud, serta Koordinator Paguyuban Pemuda Mengeng Wahid. Rapat krusial ini juga dikawal langsung oleh Moch. Nur Hamim selaku Ketua dan Kuwat Slamet selaku Sekretaris dari Yayasan Punjer Agung Nusantara Damai Wibawa (PANDAWA) yang bertindak sebagai lembaga pendamping warga.
Pemerintah Desa Kenduruan secara resmi mengusung konsep "DESA KENDURUAN TERANG BENDERANG" sebagai visi utama dalam pengajuan draf CSR kepada PT PLN (Persero). Konsep ini lahir dari komitmen bersama untuk memastikan kehadiran proyek infrastruktur kelistrikan skala besar tersebut membawa dampak kesejahteraan yang nyata, langsung, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang berada di wilayah Ring 1.
Titik berat dari proposal ini adalah pengajuan paket pengadaan 100 titik penerangan jalan dusun yang akan diaplikasikan secara merata di jalan-jalan dusun se-Desa Kenduruan. Program intervensi infrastruktur ini dinilai sangat mendesak demi menjamin keamanan mobilitas warga di malam hari, sekaligus meminimalisir potensi kerawanan sosial di sekitar instalasi kelistrikan bertegangan ekstra tinggi.
Selain proyek penerangan jalan, draf proposal yang sedang disusun juga mengintegrasikan tiga program pelengkap lainnya, yaitu perbaikan fasilitas umum (fasum) desa yang terdampak proyek, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kemitraan sebagai jaring pengaman sosial, serta stimulus modal usaha bagi pelaku UMKM desa, khususnya kelompok usaha produktif yang digerakkan oleh Paguyuban Pemuda Mengeng.
Secara akumulatif, nilai total proposal CSR perdana yang diusulkan oleh warga Desa Kenduruan ini diperkirakan berada dalam kisaran Rp10.000.000.000,00 (10 Miliar Rupiah). Angka ini dinilai rasional dan sebanding dengan skala megaproyek transmisi interkoneksi Jawa-Bali yang dikelola PLN di wilayah tersebut.
Langkah taktis yang diambil Desa Kenduruan ini menjadi contoh positif bagaimana sebuah desa mampu membangun diplomasi yang solid dan elegan. Melalui rekam jejak sukses sebelumnya di mana warga berhasil merealisasikan 100 persen pengadaan sumur bor untuk pemenuhan air bersih kini dengan pendampingan profesional dari Yayasan PANDAWA, proposal "Desa Kenduruan Terang Benderang" diharapkan dapat segera diverifikasi dan disetujui oleh manajemen PT PLN (Persero) demi terwujudnya hubungan yang harmonis dan bersinergi antara korporasi dan masyarakat adat setempat.
(Tim Redaksi RK)
dibaca

