Gresik | Rajawalikompas.com — Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui dukungan bimbingan akademik bersama Ruangguru, pendampingan keagamaan, hingga penyediaan lahan. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas dan kesiapan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, keberhasilannya membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Salah satu dukungan konkret Pemkab Gresik ialah program Smart School bersama Ruangguru yang saat ini diikuti 75 siswa kelas XI. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan akademik, mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta membantu mereka merencanakan pendidikan lanjutan.
Siswa memperoleh pembelajaran bersama master teacher selama 90 menit, dilengkapi evaluasi melalui pre-test dan post-test. Mereka juga mendapat akses premium Ruang Belajar, materi persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta tes minat dan bakat untuk membantu menentukan arah pendidikan sesuai potensi masing-masing.
Pemkab Gresik mengupayakan perluasan pendampingan akademik agar menjangkau siswa kelas XI dan XII. Selain bidang akademik, dukungan juga diberikan melalui kegiatan mengaji lima kali sepekan bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini didukung guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, serta imam masjid, dengan pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Gresik. Pemkab juga menyediakan khatib salat Jumat yang kompeten.
“Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kami berharap program ini dapat diterima luas oleh masyarakat,” ujar Ummi.
Dukungan lainnya diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Dinas Sosial juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2 melalui kunjungan langsung ke rumah.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, mengatakan pembinaan siswa mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Selain pembelajaran formal, kegiatan ekstrakurikuler turut diarahkan untuk mengembangkan potensi dan prestasi siswa.
Sekolah Rakyat permanen di Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pada 30 Agustus 2026, sekolah ini menerima 270 siswa baru, masing-masing 90 siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
Saat ini, Sekolah Rakyat Gresik menampung 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Melalui dukungan akademik, keagamaan, dan pendampingan keluarga sasaran, Pemkab Gresik berharap Sekolah Rakyat tidak sekadar membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat peluang anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
(Dwi RK)
dibaca

