Pandeglang | Rajawalikompas.com — Delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru speed boat masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari kedua, operasi pencarian diperluas dengan melibatkan unsur SAR laut dan udara.
Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk memantau sekaligus meliput aktivitas vulkanik gunung api yang berada di tengah Selat Sunda. Namun, sejak Senin (7/9/2026), komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.
Basarnas Lampung kemudian memperkuat operasi dengan mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta 17 personel. Penyisiran dilakukan di wilayah perairan Pandeglang, Banten, dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
Armada yang dikerahkan dalam operasi antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, dan RIB. Tim juga menggunakan drone thermal untuk memperluas pemantauan dari udara dan mendeteksi kemungkinan keberadaan korban, baik di permukaan laut maupun di wilayah daratan pulau-pulau kecil.
Memasuki hari kedua, sektor pencarian diperluas hingga mendekati garis pantai Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Strategi tersebut dilakukan untuk menyisir kemungkinan adanya korban yang terdampar atau berlindung di wilayah pulau setelah terjadi kondisi darurat di laut.
Cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang sekitar 0,4–1 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan tim dalam menentukan pola penyisiran di lapangan.
Tim SAR mengoptimalkan pencarian melalui kombinasi penyisiran laut dan pemantauan udara. Setiap sektor diperiksa secara bertahap untuk memastikan wilayah yang telah ditentukan dapat disisir secara maksimal.
Delapan orang yang masih dicari merupakan bagian dari rombongan yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau dalam rangka peliputan aktivitas vulkanik.
Mereka terdiri atas:
- Warta (55) — Kapten kapal
- Surakman (60) — ABK
- Heriyanto (49) — Pemandu/guide
- M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis ANTARA
- Arie Basuki — Jurnalis Merdeka.com
- Yudhistira — Jurnalis iNews
- Firdaus Wajidi — Jurnalis Anadolu
- Donal — Jurnalis lepas
Keberadaan mereka hingga kini belum diketahui. Tim SAR masih berupaya mendapatkan petunjuk mengenai lokasi terakhir rombongan sekaligus kemungkinan arah pergerakan mereka setelah kehilangan kontak.
Operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai sumber daya yang tersedia. Penggunaan drone thermal menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pemantauan, terutama terhadap area yang sulit dijangkau melalui penyisiran langsung dari kapal.
Di sisi lain, karakteristik kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda membuat pencarian membutuhkan ketelitian serta koordinasi yang kuat antarpersonel. Setiap informasi dan temuan di lapangan menjadi bahan untuk menentukan sektor penyisiran berikutnya.
Hingga hari kedua, belum ada informasi mengenai keberadaan delapan orang yang hilang kontak tersebut. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan harapan seluruh rombongan dapat segera ditemukan dan mendapatkan pertolongan.
Operasi ini sekaligus menjadi ujian terhadap kecepatan dan ketepatan koordinasi berbagai unsur SAR dalam menghadapi situasi darurat di kawasan perairan yang berhadapan langsung dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
(Arya RK)
dibaca
