Gresik | Rajawalikompas.com — Penyaluran bantuan di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, tidak hanya menjadi agenda pembagian bantuan sosial. Pemerintah Kabupaten Gresik juga memanfaatkannya sebagai ruang untuk mendengar langsung aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif hadir di Pendopo Kecamatan Benjeng, Senin (24/8/2026), sekaligus meminta warga menyampaikan berbagai keluhan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Gresik menyalurkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) serta bantuan pangan dari Bulog kepada masyarakat.
“Kami bersama Pak Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik juga memikirkan kondisi Benjeng, mulai dari jalan, banjir sampai pertanian. Karena itu, kalau ada persoalan yang dirasakan panjenengan semua, monggo disampaikan,” ujar Wabup Alif.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, BLT DBHCHT di Kecamatan Benjeng diberikan kepada 262 penerima, terdiri atas 142 buruh tani tembakau, 4 buruh pabrik rokok, dan 116 masyarakat lainnya.
Setiap penerima memperoleh bantuan Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total yang diterima mencapai Rp900 ribu per penerima. Penyaluran dilakukan dengan menggandeng PT Pos Indonesia untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak.
Sementara bantuan pangan dari Bulog untuk Kecamatan Benjeng menyasar 10.364 penerima. Masing-masing menerima 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan, dengan total alokasi mencapai 310.920 kilogram atau sekitar 310,9 ton beras.
Selain penyaluran bantuan, Wabup Alif juga kembali menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Gresik). Masyarakat diingatkan agar mengetahui dan memanfaatkan jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Menurut Alif, pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah juga harus hadir mendengar persoalan warga dan memastikan aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perhatian serta tindak lanjut sesuai kewenangan.
Kehadiran Wabup Alif di Benjeng sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani secara tepat.
(Dwi RK)
dibaca
