Rajawali Kompas

Turnamen Catur H. Mat Yasin Berakhir, 30 Pecatur Terbaik Tuntaskan Pertarungan di Balongpanggang


Gresik | Rajawalikompas.com — Rangkaian Open Turnamen Catur H. Mat Yasin akhirnya memasuki babak penentuan. Setelah berlangsung sejak 1 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 350 pecatur dari berbagai daerah, kompetisi tersebut mengerucut pada 30 pemain yang tampil dalam babak akhir di Liter Coffee, Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu (16/8/2026).

Babak akhir berlangsung dalam lima ronde dengan sistem Swiss Manager. Para pecatur harus menjaga perolehan poin sekaligus menghadapi lawan-lawan dengan kekuatan yang relatif berimbang. Situasi tersebut membuat persaingan di papan atas berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.

Turnamen ini digagas Pengusaha Muda H. Mat Yasin bersama Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu (PJGB) dan Percasi Gresik. Sejak babak awal, peserta datang dari sejumlah daerah dan menjadikan turnamen tersebut sebagai ruang untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Persaingan menuju posisi teratas akhirnya mempertemukan Arya Wisang Angkasa dari Batu dengan Raden Syafiuddin dari Denpasar. Keduanya sama-sama mengumpulkan 4,5 poin setelah menjalani lima ronde.

Pertemuan langsung kedua pecatur menjadi salah satu partai yang paling menentukan. Namun duel tersebut berakhir remis 0-0 sehingga posisi juara harus ditentukan melalui Buchholz tie-break variable GP-C1.

Dari perhitungan tersebut, Arya memperoleh nilai Buchholz 14,5, sedangkan Raden mencatat 12 poin. Hasil itu menempatkan Arya sebagai juara pertama dan Raden sebagai runner-up.

M. Hasyim Ashary selaku wasit utama menyatakan penetapan tersebut dilakukan berdasarkan sistem perhitungan yang berlaku dalam turnamen.

“Untuk itu Arya berhak menyandang juara I,” ujarnya.

Posisi ketiga ditempati Fikrul Saifuddin dari Gresik. Ia mengungguli Fitsal Aswa Muzafkar dari Sidoarjo dalam perhitungan poin penentu setelah keduanya sama-sama mengoleksi empat poin.

Bagi Arya, hasil tersebut menjadi tambahan prestasi dalam perjalanan kompetisinya. Pecatur berusia 26 tahun itu sebelumnya pernah menjadi juara II FIDE Rated Cap Kapal dan Porprov Jawa Timur 2023.

“Saya tidak punya strategi khusus. Yang penting berusaha main semaksimal mungkin di tiap babaknya,” kata Arya.

Sementara Raden Syafiuddin juga datang dengan catatan prestasi yang cukup panjang. Pecatur berusia 19 tahun kelahiran Indramayu, Jawa Barat, yang kini tinggal di Bali tersebut sebelumnya pernah menjadi juara I BKD FIDE Rated International 2023, juara II Asian Youth Chess Championship 2022, dan juara III Kejurnas U-18 Catur Kilat 2023.

Di luar persaingan podium, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada peserta yang berhasil bertahan hingga babak akhir. Juara I, II, dan III masing-masing memperoleh sepeda motor. Peringkat IV hingga X mendapatkan kipas angin, sedangkan 30 peserta yang tampil di babak akhir namun tidak masuk sepuluh besar memperoleh uang transportasi.

Prosesi penyerahan hadiah menjadi penutup rangkaian pertandingan. Hadiah juara pertama diserahkan Camat Balongpanggang Nur Salim bersama Hj. Maisaroh, istri H. Mat Yasin. Juara kedua diserahkan Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, sedangkan hadiah juara ketiga diberikan Wakil Komandan Koramil Balongpanggang Serka Purwanto.

Bagi penyelenggara, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat diikuti masyarakat dan generasi muda.

H. Mat Yasin menyampaikan bahwa turnamen akan diupayakan kembali digelar dengan hadiah yang lebih besar pada penyelenggaraan berikutnya.

Ketua Percasi Gresik Suharto menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pecatur untuk mendapatkan pengalaman kompetisi sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian bibit baru.

“Kami berharap dari Balongpanggang maupun Gresik akan muncul pecatur-pecatur potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Ketua panitia Hadi  mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pertandingan. Ia berharap peserta yang belum berhasil masuk jajaran juara tetap melanjutkan latihan dan menjadikan hasil turnamen sebagai pengalaman untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Open Turnamen Catur H. Mat Yasin akhirnya ditutup dengan daftar sepuluh besar yang memperlihatkan keberagaman asal peserta.

Arya Wisang Angkasa dari Batu berada di posisi pertama, disusul Raden Syafiuddin dari Denpasar, Fikrul Saifuddin dari Gresik, Fitsal Aswa Muzafkar dari Sidoarjo, As Syahsyah Zakis Thirof dari Kediri, Dziththauly Ramadhan dari Sidoarjo, Gilang Ibad dari Boyolali, Fernanda Agus Sahputra dari Malang, Fadlin Minarrahman Tsani dari Gresik, dan Syaiful Arif dari Sidoarjo.

Dari rangkaian pertandingan sejak 1 Agustus hingga babak akhir pada 16 Agustus, turnamen tersebut mempertemukan pecatur lintas daerah dalam satu arena kompetisi. Papan catur akhirnya kembali tenang, setelah ratusan peserta melewati rangkaian pertandingan dan 30 pecatur terbaik menuntaskan pertarungan terakhir di Balongpanggang.

(Dwi RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama