KUNINGAN - BOGOR – JAKARTA, Rajawali Kompas 4 Juli 2026 – Seruan luhur dari Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara, sosok orang tua yang selama ini berdiam tenang di Dusun 2 Babakan, Desa Mandalajaya, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, kini bergema kencang hingga ke seantero dunia. Seruan ini disampaikan secara langsung dan disebarluaskan secara resmi oleh Sangheyang Hamim – Presiden Repoeblik Ngopi, Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna, Induk Peradaban Dunia.
Langkah besar ini bukanlah tindakan sembarangan, melainkan buah dari kejenuhan yang mendalam yang disuarakan oleh Rachmat, selaku penyambung lidah resmi Pendiri Negara Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara. Bersama Sangheyang Hamim, Rachmat kini mulai mengubah arah pelaksanaan Amanat Tunggal yang selama ini terabaikan, dengan berani merobek tatanan sistem hirarki pemerintahan yang sudah tidak lagi selaras dengan jiwa dan cita-cita pendirian Republik Indonesia.
JEJAK LANGKAH CERDAS MENUJU KESEPAKATAN DUNIA
Dengan kebijaksanaan dan strategi yang matang, Sangheyang Hamim mengarahkan Rachmat untuk membangun kerja sama erat bersama The World Peace Committee (TWPC) yang mewakili 202 negara di seluruh dunia.
Dalam langkah krusial ini, Sangheyang Hamim secara resmi memperkenalkan Rachmat kepada Asep Saifullah, Anggota TWPC yang bertugas di Indonesia. Pertemuan ini kemudian berlanjut ke tingkat tertinggi: sebuah sidang khusus yang diadakan secara tertutup namun resmi dengan pihak Istana Negara di Jakarta, guna menyampaikan kebenaran sejarah, amanat leluhur, serta rencana perbaikan bangsa yang menyeluruh.
PESAN UTAMA YANG DIPERJUANGKAN
"Sistem yang membelenggu, hirarki yang memihak, dan luluhnya amanat pendiri negara — itulah yang kami perbaiki. Kami tidak menginginkan kekuasaan, kami hanya menuntut pelaksanaan janji suci: negara yang berdaulat di tanah sendiri, adil bagi seluruh anak bangsa, dan menjadi pelopor damai bagi jagad raya."
Kini, dunia menyaksikan perubahan besar yang berakar dari tanah Kuningan, berjalan beriringan dengan persaudaraan dunia, dan menuju satu tujuan: mewujudkan Indonesia sejati sesuai amanat leluhur.
dibaca
