Rajawali Kompas

Polisi Berburu dengan Waktu!!!, Abdi Negara Tewas di Mobil Dinas, Keluarga Tuntut Pembunuh Sekdis Bangkalan Segera Diringkus

BANGKALAN I RAJAWALIKOMPAS.COM - Terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, masih buron. Polresta Sidoarjo kesulitan meringkusnya karena pelaku terus berpindah-pindah lokasi persembunyian. Sementara itu, pihak keluarga dan kuasa hukum terus mengawal pengungkapan fakta dibalik kematian misterius di Bandara Juanda ini.


Sudah Lebih dari sepekan pasca ditemukannya jasad Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, suasana duka dan tanda tanya besar masih menyelimuti publik Jawa Timur. Kepergian sang abdi negara yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya di Area Parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6/2026), kini berubah menjadi perburuan hukum yang menegangkan.


Hingga berita ini diturunkan, jajaran penyidik Polresta Sidoarjo masih dihadapkan pada tantangan pelik. Terduga pelaku pembunuhan terus bergerak lincah dan berpindah-pindah tempat pelarian, menyulitkan langkah aparat untuk melakukan penangkapan.


Jejak Kematian yang Ditutupi Kelamnya Parkiran Juanda


Kasus ini mulai bergulir ketika mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah (M 1090 GP) terparkir sejak Sabtu (20/6/2026). Selama berhari-hari, kendaraan dinas tersebut tak beranjak dari posisinya. Bau menyengat yang menguar dan ceceran cairan dari dalam mobil akhirnya memicu kecurigaan, hingga jasad korban ditemukan terbujur kaku di kursi penumpang dengan kondisi mengenaskan.


Hasil autopsi sementara menunjukkan fakta mengejutkan: korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua hari sebelum ditemukan, dengan indikasi luka akibat benturan benda tumpul di area wajah.


Petunjuk Kunci: Rekaman CCTV dan Video 33 Detik


Diduga di tengah lambatnya proses penangkapan, penyelidikan polisi mengerucut pada serangkaian bukti visual yang beredar luas di tengah masyarakat. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) Bandara Juanda, terlihat jelas sebuah gelagat mencurigakan.


Mobil dinas yang dikendarai korban sempat dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata. Pria tersebut terekam memarkirkan kendaraan, mengunci pintu mobil dari luar, lalu bergegas pergi meninggalkan lokasi.


Bahkan, teka-teki ini semakin terang dengan beredarnya video kenangan berdurasi 33 detik di platform media sosial. Dalam video yang diduga diambil di Alun-Alun Kota Batu pada Jumat (19/6/2026), almarhumah tampak ceria bersama seorang pria. Kuasa hukum keluarga korban menyebut, sosok pria dalam video tersebut memiliki kemiripan identik dengan pria yang terekam di CCTV Bandara Juanda.


Sikap Kuasa Hukum dan Aparat Kehati-hatian di Atas Spekulasi


Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan bahwa pergerakan terduga pelaku yang sangat dinamis menjadi kendala utama di lapangan. Meski demikian, pihaknya meyakini polisi bekerja secara sangat berhati-hati.


"Penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan yang mendalam. Penyidik dari Polresta Sidoarjo bekerja dengan hati-hati mengumpulkan fakta, keterangan saksi, serta alat bukti guna memastikan motif dan pelaku sebenarnya," ujar Risang dihadapan para awak media.


Pihak Polresta Sidoarjo juga menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam. Pengejaran intensif terus dilakukan. Berbagai spekulasi liar yang beredar di masyarakat—termasuk mengenai latar belakang pelaku—terus disaring demi menjaga objektivitas penyelidikan.


Menuntut Keadilan bagi sang Abdi Negara


Kepergian Ruly Yunis Setiawati meninggalkan luka mendalam bagi Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Keluarga besar korban berharap tabir gelap ini segera terkuak dan keadilan ditegakkan seadil-adilnya.


Masyarakat kini menaruh harapan penuh pada ketegasan Polresta Sidoarjo untuk segera mengunci ruang gerak pelaku, menangkapnya, dan mengungkap motif di balik hilangnya nyawa pejabat penting Pemkab Bangkalan tersebut.


(Wid RK)

 

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama