Rajawali Kompas

Festival Nelayan Cilacap 2026, Harmoni Budaya dan Rasa Syukur Menggema dari Pendopo hingga Larung Laut di Teluk Penyu

Tradisi Sedekah Laut Kembali Dihidupkan sebagai Wujud Syukur, Pelestarian Warisan Leluhur, dan Penguatan Pariwisata Pesisir

[Foto : Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya bersama jajaran Forkopimda mengikuti kirab budaya Festival Nelayan Cilacap 2026 yang menjadi bagian dari tradisi Sedekah Laut, warisan budaya masyarakat pesisir yang terus dilestarikan]
Cilacap  | Rajawalikompas.com – Laut bagi masyarakat pesisir Cilacap bukan sekedar bentang alam yang membelah cakrawala. Di balik debur ombak Samudra Hindia, tersimpan denyut kehidupan ribuan keluarga nelayan yang menggantungkan masa depan pada hasil laut. Dari sanalah lahir tradisi Sedekah Laut, sebuah warisan budaya yang sarat nilai spiritual, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Semangat itulah yang kembali diwujudkan dalam Festival Nelayan Cilacap 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Cilacap pada Selasa (7/7/2026). Perhelatan budaya tahunan ini bukan hanya menjadi simbol ungkapan syukur atas limpahan rezeki dari laut, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya pesisir sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM di Kabupaten Cilacap.

Rangkaian prosesi dimulai dari Pendopo Wijayakusuma Sakti dengan penyerahan Jolen Tunggul oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada perwakilan nelayan. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya kirab budaya yang mengiringi perjalanan jolen menuju Pantai Teluk Penyu, sebelum akhirnya dilarung ke tengah laut sebagai puncak prosesi Sedekah Laut.

Kirab berlangsung meriah dengan iring-iringan jolen hasil kreativitas dan gotong royong kelompok-kelompok nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap. Di antaranya Kelompok Nelayan PPSC, Pandanarang, Bengawan Donan, Lengkong, Sidakaya, Sentolo Kawat, Kemiren, Tegal Katilayu, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap.

Setiap jolen dihiasi beragam hasil bumi, hasil laut, serta ornamen khas daerah yang menggambarkan rasa syukur atas karunia alam, harapan akan keselamatan para nelayan ketika melaut, serta doa agar hasil tangkapan terus melimpah. Nilai-nilai kebersamaan dan pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tampak begitu kuat mewarnai seluruh prosesi.

Suasana semakin semarak ketika Plt. Bupati Cilacap bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengikuti kirab menggunakan kereta kuda. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi simbol dukungan nyata terhadap upaya menjaga dan melestarikan budaya pesisir sebagai bagian dari identitas Kabupaten Cilacap.

Ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab hingga kawasan Pantai Teluk Penyu menyambut antusias jalannya prosesi. Festival ini tidak hanya menjadi tontonan budaya yang menarik wisatawan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara tradisi, masyarakat, dan sektor ekonomi lokal yang tumbuh melalui aktivitas perdagangan serta promosi produk-produk UMKM.

Setibanya di Pantai Teluk Penyu, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Doa dipanjatkan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut, keberkahan rezeki, serta hasil tangkapan yang melimpah demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat pesisir.

Sebagai puncak acara, Jolen Tunggul bersama jolen lainnya kemudian dinaikkan ke atas kapal dan dibawa menuju tengah laut untuk dilarung. Prosesi sakral tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya Sedekah Laut yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Cilacap selama bergenerasi.

Melalui Festival Nelayan Cilacap 2026, Pemerintah Kabupaten Cilacap menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, dan pengembangan sektor pariwisata. Tradisi yang diwariskan para leluhur ini diharapkan terus hidup sebagai identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik budaya yang mampu mengangkat nama Cilacap di tingkat nasional maupun internasional.

(Gandul RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama