Rajawali Kompas

Sosok Badrawati: Penjahit Sederhana, Penitis Agung Warisan Nusantara

[Foto : Penitis Bhadrawati]
Surabaya | Rajawalikompas.com - Di tengah kemeriahan acara besar bertajuk “Kembalinya Titisan Nusantara” yang berlangsung megah pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026, hadir sosok yang memikat hati setiap orang yang hadir. Ia tampak bersahaja, tenang, dan penuh kelembutan sosok yang akrab disapa Ibu Badrawati.

Wanita kelahiran 1970 yang berdomisili di Surabaya ini memperkenalkan diri dengan sederhana: “Saya hanyalah seorang penjahit.” Namun, di balik profesi itu, peran dan namanya jauh melampaui sekadar keterampilan tangan. Ia dikenal luas sebagai praktisi seni, budayawan, dan tokoh spiritual Nusantara yang dihormati, yang memiliki jaringan persahabatan dan hubungan mendalam dengan tokoh-tokoh penting di seluruh nusantara. Ia adalah ibu dari dua anak yang menjadi kebanggaan seumur hidupnya.

Saat diwawancarai tim jurnalis, ketulusan ucapannya begitu menyentuh: “Saya tidak ingin tenar, saya tidak punya saingan. Saya hanya mensyukuri segala anugerah yang ada pada diri saya.”

Di balik kesederhanaan itu, tersimpan keagungan yang diakui oleh kalangan dalam. Seorang tokoh terhormat dari kawasan Gunung Arjuna yang diyakini sebagai Induk Peradaban Dunia membuka tabir siapa sebenarnya sosok ini:

“Beliau adalah Badrawati, juga Pahochi, bahkan wujud luhur Dewi Kali. Seluruh ratu besar dan permaisuri raja-raja Jawa sangat menyayangi dan selalu mendampingi beliau.”

Nama-nama legendaris sejarah pun disebut sebagai sosok yang senantiasa dekat dan setia bersamanya: Ratu Shima (Kerajaan Kalingga), Ratu Pramodawardhani (Dinasti Syailendra/Mataram Kuno), Ratu Tribhuwana Tunggadewi dan Ratu Suhita (Kerajaan Majapahit), hingga Ratu Kalinyamat (Jepara). Tak hanya itu, seluruh tokoh wanita agung dan pejuang nusantara pun dikenal selalu hadir mendampingi langkahnya.

Di acara itu, Ibu Badrawati tampak duduk dengan damai, memperhatikan satu per satu undangan yang hadir mulai dari para sesepuh, pinisepuh, praktisi spiritual, hingga tokoh-tokoh supranatural yang dihormati. Semua orang, tua maupun muda, tampak akrab, hormat, dan merasa nyaman berada di dekatnya.

Kelembutan hati, ketenangan batin, dan cahaya kebaikan yang memancar dari dirinya itulah alasan utama mengapa ia dikenal dan dipanggil sebagai Badrawati sosok pembawa keberkahan, pelindung warisan leluhur, dan penitis jiwa Nusantara yang abadi.

Ia membuktikan: kebesaran sejati tidak butuh ketenaran, melainkan ketulusan hati, pengabdian pada budaya, dan kasih sayang yang tulus pada sesama nilai luhur yang kini kembali hidup lewat kehadirannya.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama