Rapat koordinasi di Purbalingga bahas agenda tahunan santunan anak yatim piatu yang akan dipadukan dengan pentas seni dan pengajian
![]() |
| [Foto : Paguyuban Seniman Mbalageni dan Rajawali Kompas Jawa Tengah mematangkan persiapan santunan anak yatim piatu dan pentas seni budaya di Purbalingga] |
Purbalingga | Rajawalikompas.com - Komitmen untuk terus menebarkan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Paguyuban Seniman Mbalageni bersama Rajawali Kompas Jawa Tengah. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Sekretariat Paguyuban Mbalageni, Desa Penaruban, Kabupaten Purbalingga, Senin (22/6/2026), kedua pihak mematangkan persiapan kegiatan santunan anak yatim piatu yang telah menjadi agenda rutin tahunan.
Kegiatan tersebut direncanakan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) pertama Rajawali Kompas yang jatuh pada 7 Juli 2026. Adapun pelaksanaan acara direncanakan berlangsung pada 25 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai elemen seni, budaya, sosial, dan keagamaan.
Rapat koordinasi dihadiri jajaran pengurus Paguyuban Seniman Mbalageni, tim Rajawali Kompas Jawa Tengah, para Master of Ceremony (MC), serta perwakilan anggota dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Pemalang, Wonosobo, dan Banjarnegara. Sedikitnya 20 anggota turut hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi dan mematangkan konsep kegiatan.
Ketua Paguyuban Seniman Mbalageni, Budi Nur Zaenanto, menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian sosial yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.
Menurutnya, sebagian hasil kegiatan anggota paguyuban selama ini disisihkan untuk mendukung program santunan yang rutin direalisasikan setiap bulan Muharram.
"Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan kepedulian kami kepada sesama. Semoga apa yang kami berikan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu dan menjadi amal kebaikan yang bermanfaat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tetap menjaga komitmen dalam mendukung program sosial tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan kemanusiaan.
Dalam rapat tersebut, Rajawali Kompas Jawa Tengah diwakili oleh Kepala Perwakilan Jawa Tengah, Hardimin, yang akrab disapa Gandul. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara Rajawali Kompas dan Paguyuban Seniman Mbalageni.
Menurutnya, kolaborasi antara media dan komunitas seni budaya memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial sekaligus melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Seniman Mbalageni yang selama ini telah menjadi mitra dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Momentum Hari Lahir pertama Rajawali Kompas ini kami jadikan sebagai sarana berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim piatu, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan," kata Gandul.
Ia berharap kegiatan yang akan digelar pada 25 Juli 2026 tersebut dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai bentuk kolaborasi antara nilai budaya dan spiritual, panitia sepakat menghadirkan pentas seni budaya serta pengajian sebagai bagian dari rangkaian acara santunan.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan hiburan yang edukatif sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi para seniman, budayawan, insan media, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, panitia memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp15 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan santunan anak yatim piatu, kegiatan seni budaya, serta kebutuhan teknis lainnya.
Panitia membuka kesempatan bagi para dermawan, pelaku usaha, maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui donasi dan dukungan kegiatan sebagai bentuk amal jariyah yang diharapkan membawa manfaat bagi banyak pihak.
Melalui semangat kebersamaan yang terus dijaga, Paguyuban Seniman Mbalageni dan Rajawali Kompas Jawa Tengah berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bahwa seni, budaya, media, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Redaksi Rajawalikompas Jawa Tengah)
dibaca

