Ribuan peserta suarakan dukungan terhadap program pemerintah sekaligus desak penegakan hukum bagi koruptor dan perlindungan sektor rakyat.
Cilacap | Rajawalikompas.com - Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat memadati Alun-Alun Cilacap, Senin (22/6/2026), dalam sebuah aksi damai yang berlangsung tertib dan kondusif. Massa yang terdiri dari petani, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), relawan, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya menyampaikan dukungan terhadap Program MBG sekaligus menyuarakan sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Sejak pagi hari, peserta aksi telah berkumpul sambil membawa spanduk, poster, dan atribut bertuliskan dukungan terhadap program pemerintah serta pesan-pesan antikorupsi. Di antara tulisan yang tampak mencolok adalah "Relawan Mendukung MBG", "Hukum Berat Koruptor", "Kami Peduli Petani dan UMKM", serta "Aksi Damai Dukung Program Prabowo".
Bagi para peserta, dukungan terhadap Program MBG bukan sekedar bentuk dukungan terhadap sebuah kebijakan, melainkan harapan agar program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kecil, khususnya petani dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Salah satu peserta aksi, Supriyanto, menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan program-program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat di lapangan.
"Kami mendukung program yang berpihak kepada masyarakat. Harapan kami, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, pelaku UMKM, dan masyarakat kecil yang selama ini berjuang menjaga roda ekonomi tetap bergerak," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Selain menyatakan dukungan terhadap Program MBG, massa juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilai masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
Dalam berbagai poster yang dibawa peserta, terlihat tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku korupsi tanpa pandang bulu. Mereka menilai korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat hak-hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan pembangunan yang layak.
Bagi peserta aksi, pemberantasan korupsi harus berjalan beriringan dengan program-program pembangunan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, petani dan pelaku UMKM menjadi kelompok yang banyak disorot dalam aksi tersebut.
Peserta berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian dan usaha kecil melalui kebijakan yang berpihak pada produksi, pemasaran, akses permodalan, serta perlindungan terhadap stabilitas harga.
Menurut mereka, keberlangsungan sektor pertanian dan UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah maupun nasional.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB berlangsung dalam suasana tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Tidak terlihat adanya tindakan yang mengganggu ketertiban umum selama kegiatan berlangsung.
Melalui aksi damai ini, masyarakat berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Mereka menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus diikuti dengan komitmen nyata dalam memberantas korupsi, memperkuat sektor pertanian, dan mendorong pertumbuhan UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat.
Bagi para peserta, pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang pertumbuhan angka statistik, melainkan tentang hadirnya keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Arif RK)
dibaca
