![]() |
| [Foto :Habib Ali, Imam Masjid Agung Empang Bogor sekaligus KDM, bersama Anggota marbot, usai melaksanakan sholat jamaah Zhuhur Selasa (30/06/2026)] |
Didirikan sejak tahun 1754 atas prakarsa Demang Wiranata bersamaan dengan dipindahkannya pusat pemerintahan kota, masjid ini awalnya hanya berupa mushola sederhana dengan empat tiang penyangga — simbol agung bagi Empat Khulafaur Rasyidin. Berkat dukungan para ulama dan saudagar keturunan Hadramaut, terutama keluarga Al-Idrus, Assegaff, serta tokoh seperti Syaikh Salim bin Awab Balweel, masjid ini terus berkembang menjadi bangunan megah yang kokoh hingga kini.
Lebih dari sekedar tempat sujud, Masjid Agung Empang menjadi saksi kebesaran bangsa. Inilah tempat di mana Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kerap melaksanakan ibadah shalat berjamaah usai dzuhur maupun shalat Jumat, terutama saat beliau bermukim di Istana Bogor. Bahkan, pemimpin besar ini sering mendampingi tamu kenegaraan kelas dunia untuk bersujud di sini: mulai dari Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Grand Syaikh Al-Azhar Mahmoud Syaltut, hingga qari legendaris dunia Abdul Basith Abdush Shamad.
Namanya terukir emas dalam lembaran perjuangan. Saat masa revolusi berkobar, masjid ini menjadi pusat penggerak semangat kemerdekaan, markas mobilisasi Lasykar Hisbullah, dan tempat penghormatan terakhir bagi para pejuang sebelum dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Dreded. Dahulu, dari sini pula suara dakwah dan penentuan hari raya Islam dikumandangkan ke seluruh penjuru kota, bahkan mengudara lewat siaran RRI dan Radio Bilal.
Yang membuatnya semakin agung adalah jati dirinya: NETRAL, namun kokoh berpegang pada Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia berdiri menjadi payung bagi seluruh umat, tanpa memandang golongan, faham, atau latar belakang. Menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin, dan masjid ini adalah jembatan yang menyatukan keberagaman menjadi kekuatan.
Hingga hari ini, jejak kebesaran itu masih terasa. Dari tiang-tiang bersejarah, mimbar tempat khutbah berkumandang, hingga jam peninggalan dokter pejuang Dr. Marzoeki Mahdi yang berdiri tegak mengingatkan waktu. Masjid Agung Empang bukan hanya milik warga Bogor ia adalah warisan tak ternilai bagi seluruh bangsa Indonesia, saksi bisu yang terus menjaga api persatuan dan keagungan peradaban Nusantara.
( Hamim RK)
dibaca

