Rajawali Kompas

Tragedi Di Curug Kanesia , Siswi Ponpes Modern Ziss Cilongok Tenggelam Saat Outbond Penutupan Dauroh Qur'an

[Foto : Proses Evakuasi Korban Tenggelam Di Curug Kanesia]
Baturraden | Rajawalikompas.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Ponpes Modern ZISS Cilongok setelah seorang siswi kelas XII bernama Annindita Elvareta Lisanda (17), warga Desa Pahonjean, Majenang, Kabupaten Cilacap, meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan wisata Curug Kanesia, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Selasa (12/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat rombongan pondok pesantren melaksanakan kegiatan outbound dalam rangka penutupan Dauroh Quran. Kegiatan yang awalnya penuh keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika derasnya arus air menyeret lima siswi ke bagian tengah curug.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berjumlah 21 orang terdiri dari 18 siswa dan 4 guru/ustadzah berangkat menuju Curug Kanesia sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung melaksanakan kegiatan outbound serta sesi foto bersama di area air terjun.

Sekitar pukul 09.15 WIB, lima siswi termasuk korban berdiri di area depan air terjun dengan ketinggian air sekitar sepinggang untuk berfoto bersama. Namun tanpa diduga, derasnya arus membuat salah satu siswa kehilangan keseimbangan hingga seluruh kelompok terjatuh dan terseret aliran air menuju bagian tengah curug yang lebih dalam.

Jeritan minta tolong langsung memecah suasana lokasi wisata. Dua saksi, Adawa (16), pelajar asal Purworejo, dan Zaskia Ayabila (18), warga Purwokerto Timur, yang mendengar teriakan tersebut segera berlari meminta bantuan kepada pengelola wisata.

Dalam situasi panik, pengelola Curug Kanesia berusaha melakukan pertolongan darurat dengan melemparkan pelampung ke arah para korban yang terseret arus. Empat siswi berhasil diselamatkan, namun Annindita yang diketahui tidak dapat berenang tenggelam dan terseret derasnya arus di bawah permukaan air.

Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada Basarnas, BPBD, dan Polsek Baturraden. Sekitar pukul 09.45 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan operasi pencarian dengan metode penyelaman di dasar Curug Kanesia.

Suasana haru dan kecemasan menyelimuti proses evakuasi. Rekan-rekan korban tampak menangis histeris sambil berharap Annindita segera ditemukan. Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari tiga puluh menit, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 10.17 WIB.

Tubuh korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Margono Soekardjo Purwokerto guna dilakukan pemeriksaan medis oleh tim dokter bersama Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto.

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan beberapa tanda fisik pada tubuh korban di antaranya hematom pada bagian belakang kepala, keluarnya darah serta busa dari lubang hidung kanan, dan lidah tergigit. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tenggelam tersebut.

Tragedi ini menjadi pukulan mendalam bagi keluarga korban, rekan-rekan pondok pesantren, maupun para pendamping kegiatan. Keceriaan penutupan Dauroh Quran yang semula diharapkan menjadi kenangan indah, justru berubah menjadi duka yang membekas.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengamanan maksimal dalam setiap kegiatan wisata alam, terutama di kawasan air terjun yang memiliki arus deras dan medan berbahaya.

(GNRK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama