![]() |
| [Foto : Tradisi Arak - Arakan Kambing Menjelang Hari Raya Idul Adha Di kawasan Kalitutup Gresik] |
Tradisi tahunan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Gresik tersebut kembali digelar lebih meriah melalui kegiatan bertajuk “Culture and Tradition Eid Adha 2026.” Ribuan masyarakat tampak memadati area acara untuk menyaksikan pawai ratusan hewan kurban yang dihias unik dan kreatif oleh para pemiliknya.
Tercatat hampir 350 ekor kambing dan domba ikut serta dalam arak-arakan tahun ini. Berbagai jenis hewan kurban tersebut tampil bersih dan menarik dengan aneka kostum yang mengundang perhatian masyarakat. Mulai dari memakai kopiah, kacamata, seragam sekolah, hingga aksesoris kekinian yang membuat suasana semakin semarak dan menghibur.
Ratusan kambing itu kemudian diarak mengelilingi jalan kampung dengan rute memutar sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sorak sorai warga dan antusiasme anak-anak semakin menambah kemeriahan tradisi yang rutin digelar setiap H-1 menjelang Hari Raya Iduladha tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat, H. Zainal, mengatakan bahwa tradisi arak-arakan kambing bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol suka cita dan semangat warga dalam menyambut Hari Raya Kurban.
“Tradisi ini dilakukan agar masyarakat lebih bersemangat menyambut Hari Raya Kurban. Selain itu, melalui arak-arakan ini kita berharap hewan-hewan kurban selalu sehat dan membawa keberkahan,” ujar H. Zainal.
Ia juga berharap tradisi budaya tersebut dapat terus dilestarikan dan digelar setiap tahun sebagai bagian dari identitas masyarakat Gresik yang kaya akan budaya dan nilai kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki dampak positif terhadap sektor peternakan lokal. Selain menjadi ajang promosi hewan kurban milik peternak, tradisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal nilai-nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan budaya lokal.
“Melalui kreativitas masyarakat, kita bisa melihat bagaimana tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga,” tutur H. Zainal.
Tradisi arak-arakan kambing di Kalitutup kini tidak hanya menjadi agenda budaya lokal, tetapi juga mulai dikenal sebagai daya tarik masyarakat menjelang Iduladha di Kabupaten Gresik. Perpaduan antara budaya, religiusitas, kreativitas, dan kebersamaan menjadikan tradisi ini memiliki nilai sosial yang kuat serta patut dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.
(Eko RK)
dibaca
