Rajawali Kompas

Terungkap! Riyan dan Tim Temukan Sumber Air Murni TDS Nol 1 di Lereng Gunung Ringgit, Harapan Baru untuk Masyarakat Pantura

[Foto : Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas (lingkaran) bersama Sangheyang Hamim dan pihak pengelola air minum TDS Nol 1 saat meninjau langsung sumber pengolahan air murni di lereng Gunung Ringgit, Desa Ketan Ireng, Prigen, Pasuruan]
Prigen - Pasuruan | Rajawalikompas.com — Persoalan sulitnya mendapatkan air bersih berkualitas di kawasan Pantai Utara Jawa kembali menjadi sorotan. Setelah bertahun-tahun melakukan survei dan penelusuran di berbagai wilayah Pantura, Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas, Riyan, mengungkapkan bahwa menemukan sumber air yang benar-benar jernih dan layak konsumsi bukanlah perkara mudah.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

“Sudah bertahun-tahun kami keliling wilayah Pantura. Air yang benar-benar bersih dan sehat itu sangat sulit ditemukan. Ini menjadi perhatian serius kami,” ungkap Riyan.Kamis (07/05/2026).

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Riyan bersama Sangheyang Hamim selaku Presiden Republik Ngopi sekaligus Duta Wisata Internasional untuk Rajawali Kompas melakukan ekspedisi khusus guna mencari sumber air alami langsung dari kawasan pegunungan.

Perjalanan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim menemukan sumber pengolahan air minum di lereng Gunung Ringgit, tepatnya di Desa Ketan Ireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Lokasi tersebut disebut memiliki kualitas air dengan standar TDS nol 1 hingga satu, yang dikenal sebagai indikator tingkat kemurnian air yang sangat tinggi.

Air yang dihasilkan berasal langsung dari sumber pegunungan yang masih terjaga kelestarian alamnya. Selain dikenal jernih dan segar, air tersebut juga dinilai memiliki kandungan mineral alami yang baik untuk dikonsumsi masyarakat.

Penemuan ini bukan semata dipandang sebagai peluang usaha, melainkan bagian dari upaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Pantura, khususnya wilayah Gresik, Lamongan, hingga Tuban yang selama ini kerap menghadapi persoalan kualitas air bersih.

Awalnya, ekspedisi tersebut dilakukan dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun setelah melalui berbagai diskusi dan masukan dari sejumlah mitra kerja, langkah strategis kemudian diambil dengan menjalin komunikasi langsung bersama pihak perusahaan pengolahan air tersebut.

Hasilnya, tercapai sebuah kerja sama yang disebut saling menguntungkan dan diharapkan mampu membuka akses distribusi air berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bukan sekedar bisnis. Kami ingin ada manfaat nyata untuk masyarakat, terutama terkait hak dasar mendapatkan air bersih dan sehat,” tegas Riyan.

Sementara itu, Sangheyang Hamim menilai kawasan Gunung Ringgit memiliki potensi besar bukan hanya dari sisi wisata alam dan budaya, namun juga sebagai sumber kehidupan melalui kekayaan alam yang dimiliki.

Menurutnya, kelestarian alam pegunungan harus tetap dijaga agar kualitas sumber air tetap terpelihara untuk generasi mendatang.

Dengan adanya temuan dan kerja sama tersebut, diharapkan masyarakat Pantura ke depan dapat memperoleh akses air minum yang lebih sehat, aman, dan berkualitas, sekaligus menjadi langkah awal membangun kesadaran pentingnya menjaga sumber daya alam pegunungan.

(Redaksi)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama