Rajawali Kompas

Dari Borobudur, Bunda Sri Rahayu Gaungkan Pesan “Eling Den Eling”: Jangan Sampai Bangsa Ini Kehilangan Jati Diri

[Foto : Bunda Sri Rahayu Pelaku Spiritual Budaya Kartosuro Jawa Tengah]
Magelang | Rajawalikompas.com -  Kemegahan Candi Borobudur kembali menjadi saksi lahirnya pesan kebangsaan dan spiritualitas yang menggugah hati. Di tengah suasana penuh khidmat dan nuansa warisan leluhur Nusantara, pelaku spiritual budaya Kartosuro, Jawa Tengah, Bunda Sri Rahayu, menyampaikan pesan mendalam kepada generasi penerus bangsa.

Pesan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif melalui sambungan WhatsApp Video Call bersama Sangheyang Hamim dan Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas, Riyan.

Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, Bunda Sri Rahayu mengucapkan kalimat yang sarat makna:

“Eling den Eling...”

Ungkapan sederhana dalam bahasa Jawa tersebut memiliki filosofi yang sangat dalam. Menurut Bunda Sri Rahayu, “Eling den Eling” merupakan seruan agar manusia selalu ingat dan sadar terhadap asal-usul kehidupannya.

Ia menegaskan bahwa manusia tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur. Sebab di balik kemajuan zaman, terdapat ancaman hilangnya identitas budaya apabila generasi muda mulai melupakan sejarah dan jati dirinya sendiri.

“Ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ingat siapa diri kita, ingat perjuangan leluhur, dan ingat bahwa warisan bangsa ini adalah amanah yang harus dijaga,” tutur Bunda Sri Rahayu.Kamis(07/05/2026).

Menurutnya, keberadaan Borobudur bukan sekedar bangunan bersejarah atau destinasi wisata dunia, melainkan simbol tingginya peradaban Nusantara yang lahir dari nilai spiritual, ilmu pengetahuan, dan persatuan masyarakat pada zamannya.

Dalam kesempatan tersebut, Sangheyang Hamim menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan Bunda Sri Rahayu memiliki kekuatan moral yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Ia menilai generasi muda harus kembali memahami akar budaya dan nilai spiritual bangsa agar tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan global yang begitu cepat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar peradabannya. Borobudur adalah bukti bahwa leluhur Nusantara memiliki kebijaksanaan luar biasa,” ujar Sangheyang Hamim.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Rajawali Kompas, Riyan, menilai pesan “Eling den Eling” bukan hanya relevan untuk masyarakat Jawa, tetapi menjadi refleksi nasional bagi seluruh anak bangsa.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan modernisasi harus berjalan berdampingan dengan kesadaran budaya dan nilai moral.

“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi kehilangan ruh budaya dan nilai kemanusiaan. Pesan Bunda Sri Rahayu ini adalah pengingat keras agar bangsa ini tetap kokoh berdiri di atas identitasnya sendiri,” tegas Riyan.

Wawancara eksklusif melalui WhatsApp Video Call tersebut menjadi momen penuh makna yang memperlihatkan bahwa spiritualitas, budaya, dan sejarah bukan sesuatu yang kuno untuk ditinggalkan, melainkan fondasi penting dalam menjaga masa depan bangsa.

Di bawah bayang kemegahan Borobudur, pesan “Eling den Eling” seakan menggema menjadi panggilan jiwa bagi generasi penerus Indonesia: agar tetap sadar, tetap ingat, dan tetap menjaga warisan luhur Nusantara.

(Redaksi RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama