SURABAYA I RAJAWALIKOMPAS.COM — Di tengah perhatian publik pasca insiden yang terjadi di Malang, langkah humanis ditunjukkan jajaran Polrestabes Surabaya bersama Bonek dengan menggelar aksi simpatik berbagi bunga mawar kepada masyarakat sebagai simbol damai, solidaritas, dan persaudaraan.
Aksi yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., menjadi pesan tegas kepada masyarakat luas bahwa Kota Pahlawan tetap menjadi rumah yang aman bagi siapa pun—tanpa memandang asal daerah, latar belakang, maupun perbedaan lainnya.
Bunga mawar yang dibagikan di tengah aktivitas masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi menjadi bentuk nyata bahwa Surabaya menolak segala bentuk provokasi, intimidasi, dan perpecahan. Yang dijaga bukan hanya keamanan kota, tetapi juga rasa persaudaraan antarsesama.
“Surabaya adalah rumah bersama. Tidak boleh ada rasa takut bagi pendatang. Tidak ada ruang untuk konflik. Yang ada hanya persatuan, saling menghargai, dan menjaga kemanusiaan,” menjadi semangat yang digaungkan dalam aksi tersebut.
Nama Kombes Pol Luthfie Sulistiawan juga beberapa kali menjadi sorotan publik dalam pengamanan agenda besar di Surabaya sepanjang 2026, termasuk pengamanan Hari Buruh yang berlangsung aman dan kondusif.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di Kota Surabaya.
Aksi damai ini menjadi bukti bahwa arek Suroboyo tidak hanya dikenal berani, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Mari jaga Surabaya tetap kondusif, rawat persaudaraan, dan tunjukkan bahwa Kota Pahlawan selalu aman bagi siapa pun.”
(Wid RK)
dibaca
