Rajawali Kompas

Pertapaan Indrokilo Di Pasuruan ,Bentang Warisan Sejarah Dan Spiritual, Jejak Bung Karno Menguatkan Nilai Sakral

[Foto : Sitihinggil Pertapaan INDROKILO LERENG GUNUNG RINGGIT di Talungongko Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Jawa Timur]
Pasuruan | Rajawalikompas.com - Kawasan Pertapaan Indrokilo yang terletak di lereng Gunung Ringgit, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, merupakan salah satu situs yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan spiritual yang mendalam. Bentang alamnya yang luas dipenuhi berbagai peninggalan leluhur yang tersebar di sejumlah titik, menjadikan kawasan ini bukan sekadar destinasi, tetapi ruang jejak peradaban masa lalu.

Keberadaan situs-situs kuno di kawasan ini memperlihatkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi bagian penting dari kehidupan budaya dan spiritual masyarakat pada masanya. Seiring waktu, Pertapaan Indrokilo berkembang menjadi tujuan bagi para peziarah dan pencari makna dari berbagai daerah.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kawasan ini, upaya pelestarian menjadi fokus utama pemerintah desa bersama masyarakat.

Kepala Desa Dayurejo, Wahono, menegaskan bahwa komitmen menjaga warisan budaya akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Dalam waktu dekat kami bersama Pokdarwis dan seluruh elemen masyarakat akan berfokus pada pelestarian Candi Limo yang berada di Dusun Gotean. Tidak menutup kemungkinan situs budaya lain di Desa Dayurejo akan terus kami uri-uri dan kami jaga kelestariannya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kesadaran kolektif bahwa kekayaan sejarah yang ada bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dijaga keberlangsungannya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Panji Laras Dusun Talungongko, Rasid, menjelaskan bahwa kawasan Pertapaan Indrokilo memiliki puluhan arca kuno serta susunan batu andesit yang menyerupai struktur candi. Peninggalan tersebut tersebar di sedikitnya 11 lokasi berbeda.

Beberapa situs yang paling dikenal antara lain Candi Celeng Srenggi, Candi Dewi Suprobowati, Candi Satrio Panggung atau Aruman, Candi Mbah Warok, dan Candi Laras.

“Pertapaan Indrokilo dipercaya sebagai tempat sakral untuk lelaku dan ngalap berkah. Kunjungan biasanya paling ramai saat bulan Sela dan Sura, serta setiap malam Jumat Legi,” jelas Rasid.

Selain deretan candi dan arca, kawasan ini juga memiliki Batu Kursi, sebuah batu alami yang menyerupai tempat duduk dan menghadap ke arah matahari terbit. Keunikan batu ini tidak hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada nilai sejarah yang melekat.

Berdasarkan penuturan yang berkembang di masyarakat, lokasi tersebut pernah dikunjungi oleh Soekarno. Sang Proklamator diyakini kerap menggunakan tempat itu untuk merenung dan mencari ketenangan batin dalam perjalanan perjuangannya.

Dengan perpaduan antara kekayaan sejarah, keindahan alam, dan nilai spiritual yang kuat, Pertapaan Indrokilo menjadi warisan budaya yang memiliki arti penting. Upaya pelestarian yang dilakukan diharapkan mampu menjaga keaslian kawasan ini agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama