![]() |
| [Foto : Sangheyang Hamim Duta Wisata Internasional] |
Dalam narasi perjuangan budaya yang terus digaungkan, Sangheyang Hamim disebut mengemban amanah sejarah sejak 13 November 1996 untuk merawat dan menyatukan kembali jejak peradaban Nusantara yang diyakini berakar kuat di kawasan Gunung Arjuna, Jawa Timur. Perjuangan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai gerakan budaya, tetapi juga sebagai diplomasi spiritual dan peradaban yang membawa pesan persatuan dunia.
Kedekatan Sangheyang Hamim dengan HE Mr. Djuyoto Suntani menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Keduanya diketahui aktif melakukan perjalanan lintas daerah di Nusantara guna memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Jawa sebagai fondasi perdamaian dunia. Dalam berbagai kesempatan, mereka mengunjungi situs-situs sejarah, bertemu tokoh adat, tokoh budaya, serta pemuka agama untuk memperkuat gagasan tentang persatuan “Tanah dan Air” Nusantara sebagai simbol keluarga besar bumi.
Salah satu misi besar yang terus diperjuangkan adalah pengukuhan Gunung Arjuna sebagai “Induk Peradaban Dunia”. Gagasan tersebut menjadi simbol kebangkitan identitas budaya Nusantara yang diyakini memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan peradaban manusia. Dukungan internasional yang diklaim datang dari berbagai negara disebut semakin memperkuat posisi Gunung Arjuna sebagai pusat nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan dunia.
Pasca wafatnya HE Mr. Djuyoto Suntani pada tahun 2021, Sangheyang Hamim disebut terus menjaga semangat perjuangan tersebut melalui berbagai kegiatan budaya dan program bertajuk “Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia”. Program itu menjadi upaya nyata untuk memperkenalkan kembali sejarah, budaya, dan filosofi Jawa kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Bagi Sangheyang Hamim, perjuangan leluhur bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan amanah yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Ia meyakini bahwa kejayaan bangsa Jawa bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi merupakan cahaya peradaban yang dapat kembali menerangi dunia melalui persatuan, budaya, dan nilai kemanusiaan.
“Warisan leluhur tak akan mati dan tak akan hilang, selama ada pewaris yang berani mengangkatnya kembali ke puncak kejayaan dunia,” demikian pesan yang terus digaungkan dalam setiap perjalanan budaya dan diplomasi peradaban yang dijalankannya.
Kini, perjuangan tersebut menjadi simbol kebangkitan identitas Nusantara di tengah arus globalisasi dunia. Sebuah keyakinan bahwa budaya lokal bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dikenalkan sebagai bagian penting dari fondasi perdamaian dan peradaban dunia.
(Redaksi)
dibaca

