![]() |
| [Foto : Bunda Shofi Dalam Kegiatan Lanjutan Table Top 2026 pada Munas Harlah Ke 7 Asmipa] |
Kegiatan bergengsi tersebut digelar di Hotel 100 Sunset pada Rabu (6/4/2026), dan menjadi magnet kolaborasi baru bagi dunia pariwisata nasional di tengah era transformasi digital dan persaingan industri yang semakin dinamis.
Ketua Umum ASMIPA, Umi Kulsum atau yang akrab disapa Bunda Shofi menjelaskan, kegiatan Table Top tahun ini diikuti sekitar 100 buyer dan 76 seller dari berbagai sektor pariwisata.
“Para buyer merupakan anggota aktif ASMIPA yang berasal dari berbagai DPD dan DPC wilayah Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Sedangkan seller berasal dari sektor perhotelan, pengelola destinasi wisata, transportasi wisata, hingga pusat oleh-oleh dan UMKM pariwisata,” ungkapnya.
Menurut Bunda Shofi, kegiatan ini bukan sekadar forum bisnis biasa, melainkan menjadi ruang strategis untuk membangun konektivitas baru, memperkenalkan inovasi pariwisata, serta memperkuat sinergi antar pelaku usaha di bawah naungan ASMIPA.
“Table Top ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan vendor dan mitra baru di tahun 2026. Banyak wajah baru bergabung di ASMIPA, sehingga acara ini sekaligus menjadi ruang perkenalan agar seluruh biro perjalanan anggota ASMIPA dapat saling berkolaborasi dan mendukung satu sama lain,” tegasnya.
Atmosfer kegiatan berlangsung penuh semangat dan optimisme. Para peserta tampak aktif melakukan business matching, diskusi kerja sama paket wisata, hingga penjajakan kontrak bisnis baru yang diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas layanan wisata nasional.
Momentum Table Top 2026 semakin istimewa karena ASMIPA juga resmi meluncurkan website terbarunya sebagai bagian dari langkah transformasi digital organisasi. Platform tersebut dirancang menjadi pusat informasi terpadu yang memuat data kepengurusan dari tingkat DPP, DPD hingga DPC secara transparan dan terintegrasi.
Peluncuran website ini sekaligus menjadi simbol kesiapan ASMIPA menghadapi era digitalisasi industri pariwisata modern, di mana kecepatan informasi dan konektivitas menjadi faktor utama dalam membangun daya saing organisasi.
Bunda Shofi yang baru saja kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ASMIPA sehari sebelum acara berlangsung berharap seluruh pengurus dan anggota mampu memanfaatkan platform digital tersebut untuk memperkuat komunikasi organisasi sekaligus memperluas jaringan bisnis wisata nasional.
“Website ini kami hadirkan sebagai sarana informasi sekaligus alat pengembangan organisasi ke depan. Kami ingin ASMIPA terus tumbuh menjadi organisasi pariwisata yang profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ASMIPA tidak hanya memperkuat eksistensinya sebagai organisasi pariwisata nasional, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem wisata yang sehat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Dengan semangat kolaborasi dan persaudaraan antar pelaku wisata, Table Top ASMIPA 2026 diyakini menjadi pintu lahirnya berbagai peluang usaha baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi pariwisata Indonesia menuju level yang lebih besar dan mendunia.
(Prama Rinta RK)
dibaca
