Rajawali Kompas

Prasasti Cungkrang : Dusun Suci Penyimpan Catatan Agung Masa Lalu

[Foto : Ana Jupel Prasasti Cungkrang nomor dua dari kanan]
Pasuruan  | Rajawalikompas.com – Berada di jantung kawasan Muteri Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia, Situs Prasasti Cungkrang di Dusun Suci menjadi salah satu titik krusial yang senantiasa dikunjungi peziarah sejarah maupun wisatawan budaya dari berbagai daerah. Di balik terawatnya situs ini, ada dedikasi tulus dari para juru pelihara, salah satunya Ana, yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk menjaga dan menerangkan nilai luhur yang tersimpan di dalam batu bertulis ini.

"Sebagai juru pelihara, saya sangat bangga dengan tugas ini. Melayani siapa pun yang datang berziarah atau belajar sejarah adalah bentuk pengabdian kami kepada leluhur dan tanah air," ungkap Ana di samping prasasti yang beratapkan payung kebesaran adat.

Dalam setiap penjelasannya, Ana kerap menjawab pertanyaan utama para pengunjung mengenai keberadaan prasasti ini:

1. Mengapa terletak di Dusun Suci?

Menurut catatan sejarah dan penuturan para sesepuh, lokasi ini dipilih secara khusus oleh para pendahulu karena merupakan titik pertemuan energi alam lereng Arjuna. Nama "Dusun Suci" sendiri melekat karena sejak zaman dahulu wilayah ini difungsikan sebagai tempat meditasi, penulisan kesepakatan kerajaan, dan penyimpanan dokumen kenegaraan Kerajaan Kuno sebelum masa Majapahit.

 2. Apa isi utama prasasti Cungkrang?

Prasasti ini berisi catatan penetapan wilayah, pembagian hak ulayat, serta perintah pelestarian sumber air yang menjadi nyawa kehidupan masyarakat Pasuruan saat itu. Tertulis di dalamnya amanat bahwa air dari Gunung Arjuna adalah pemberian semesta yang wajib dijaga kemurniannya, selaras dengan konsep Memayu Hayuning Bawana.

3. Keterkaitan dengan Induk Peradaban Dunia

Banyak pengunjung menanyakan hubungan prasasti ini dengan visi besar Sangheyang Hamim. Ana menjelaskan: "Inilah bukti tertulis tertua bahwa konsep menyatukan tujuh wilayah (Pitu/Pitutur) sudah ada sejak ratusan tahun silam. Prasasti Cungkrang adalah 'sertifikat asli' bahwa daerah ini memang pusat pengaturan kehidupan sosial dan spiritual zaman dulu."

 Kini, keberadaan situs ini terintegrasi penuh dalam cetak biru pengembangan kawasan. Pengabdian Ana dan rekan-rekannya menjadi mata rantai penting agar nilai sejarah tidak terputus, dan setiap pengunjung pulang membawa pemahaman bahwa Pasuruan adalah tanah yang senantiasa menyimpan jejak kebesaran peradaban dunia.

(Hamim RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama