Rajawali Kompas

Perjalanan Hidup Nana Novi Azeni, Pegiat Budaya Temanggung yang Mendedikasikan Hidup untuk Seni Tradisional Nusantara

[Foto : Novi Azeni Temanggung 
Pegiat Budaya sekaligus praktisi seni dan budaya asli Indonesia]
Temanggung | Rajawalikompas.com — Di tengah derasnya arus modernisasi dan masuknya budaya asing yang terus memengaruhi generasi muda, sosok Nana Novi Azeni hadir sebagai salah satu perempuan pejuang budaya yang tetap teguh menjaga warisan seni tradisional Nusantara.

Perempuan kelahiran Desa Kwadakan, Kecamatan Mulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itu kini dikenal luas sebagai pegiat budaya dan praktisi seni tradisional Jawa yang konsisten mengabdikan hidupnya untuk pelestarian kesenian rakyat.

Perjalanan Novi Azeni di dunia seni bukanlah kisah yang dibangun secara instan. Bakat seni telah tumbuh dalam dirinya sejak usia belia. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah dipercaya mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan seni, mulai dari paduan suara, karaoke, hingga tari tradisional.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika dirinya mengikuti perlombaan tari saat masih berusia sekitar delapan tahun. Meski dikenal mahir membawakan tarian Jawa, saat itu ia justru memilih menampilkan tarian India dan berhasil meraih Juara Harapan.

“Pialanya sampai sekarang masih tersimpan di sekolah dulu. Itu menjadi kenangan yang tidak pernah saya lupakan,” kenangnya.

Sejak kecil, Novi juga aktif bergabung dalam kelompok campursari di desanya. Ia mulai belajar membawakan lagu-lagu langgam Jawa dan menari Jatilan. Dari panggung ke panggung, ia perlahan meniti pengalaman sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Honor yang diterima dari pentas seni kala itu bahkan digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah dan membantu orang tua di rumah.

“Dulu uang hasil manggung saya pakai beli buku pelajaran. Rasanya bangga bisa sedikit membantu keluarga,” ujarnya.

Kecintaannya terhadap seni tradisional semakin kuat ketika ia mendapat kesempatan belajar langsung kepada Dalang Tardi, seorang dalang ternama yang juga dikenal sebagai anggota Akademi Militer (AKMIL). Dari sang guru, Novi tidak hanya belajar teknik vokal dan sinden, tetapi juga memahami nilai filosofis dalam seni pewayangan Jawa.

Perjalanan seninya pun berkembang hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kota budaya tersebut, Novi sempat berkolaborasi dengan sejumlah seniman dan dalang senior dalam berbagai pertunjukan tradisional.

Bakat vokalnya juga terus berkembang. Saat duduk di bangku SMP, ia kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam kelompok paduan suara sekolah dengan mengisi suara kedua bernada tinggi, posisi yang membutuhkan kemampuan teknik vokal yang baik.

Selepas SMP, Novi memutuskan untuk fokus menekuni dunia seni demi membantu ekonomi keluarga sekaligus mempertahankan kecintaannya terhadap budaya tradisional. Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan panjangnya sebagai seniman rakyat.

Ia aktif mengisi berbagai pertunjukan campursari dan hiburan rakyat di wilayah Temanggung dan sekitarnya. Hingga akhirnya, pada tahun 2007, dirinya mulai terjun langsung ke dunia pertunjukan wayang kulit.

Pada masa itu, Novi dikenal luas sebagai pengisi adegan hiburan Goro-goro dan Limbukan. Karakter vokalnya yang khas serta kemampuannya membangun suasana panggung membuat namanya semakin dikenal masyarakat.

Puncak transformasi penampilannya terjadi pada tahun 2023. Sejak saat itu, Novi mulai tampil menggunakan sanggul Jawa lengkap dengan busana adat tradisional sebagai identitas panggungnya.

Penampilannya yang anggun namun tetap membumi mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan para pecinta budaya.

“Menggunakan sanggul Jawa bagi saya adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan budaya sendiri. Seni tradisional harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” tegas ibu dua anak tersebut.

Kini, Nana Novi Azeni tidak hanya dikenal sebagai seniman panggung, tetapi juga sosok pegiat budaya yang aktif mengajak generasi muda untuk mencintai seni tradisional Indonesia.

Melalui berbagai pertunjukan dan aktivitas budaya yang dijalaninya, ia berupaya menanamkan kesadaran bahwa seni tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan identitas bangsa yang harus dijaga bersama.

Perjuangannya dari seorang anak desa yang tampil dari panggung kecil hingga menjadi sosok pelestari budaya yang dihormati, menjadikan Novi sebagai inspirasi bagi banyak orang.

Di media sosial, dukungan dan apresiasi terhadap dirinya terus mengalir. Banyak masyarakat menilai dedikasi Novi sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap budaya Nusantara di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Bagi Nana Novi Azeni, seni adalah panggilan jiwa sekaligus amanah kehidupan. Ia berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian seni dan budaya asli Indonesia, membawa nama Temanggung dan Jawa Tengah di kancah seni Nusantara, hingga napas terakhir.

(Hamim RK)


Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama