Rajawali Kompas

Pencarian Berujung Duka Di Mojowuku, Santri Ditemukan Tak Bernyawa

[Foto : Sejumlah warga dan petugas berada di lokasi penemuan remaja yang meninggal dunia di kawasan pepohonan Dusun Glombok Wetan, Mojowuku, Kedamean, Gresik]
Gresik | Rajawalkompas.com – Senja di Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, yang semula tenang, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Pada Rabu (06/05/2026) pukul 17.49 WIB, warga digemparkan oleh penemuan seorang remaja dalam kondisi meninggal dunia di area pepohonan.

Suasana seketika mencekam. Warga yang berdatangan hanya bisa menyaksikan dengan wajah pucat, sementara isak tangis pecah di lokasi kejadian.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari warga yang berada di sekitar lokasi. Informasi tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh warga lainnya, termasuk rekan-rekan korban yang sejak awal telah melakukan pencarian karena korban tidak kunjung kembali.

Saat dilakukan penyisiran di area sekitar, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di antara pepohonan, meninggalkan duka mendalam bagi mereka yang mengenalnya.

Identitas korban diketahui berinisial R (Rayan), remaja asal Surabaya. Ia merupakan siswa kelas IX MTs Al Amin sekaligus santri di Pondok Pesantren Al Amin.

Fakta bahwa korban ditemukan dalam proses pencarian oleh rekan-rekannya sendiri membuat tragedi ini semakin memilukan. Pencarian yang semula penuh harapan, berakhir dengan kenyataan pahit yang sulit diterima.

Kapolsek Kedamean, AKP Ikhwan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi dan melakukan evakuasi.

“Kami telah mengamankan TKP dan melakukan evakuasi korban. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” ujarnya.

Di lokasi, aparat kepolisian bersama warga terlihat bahu-membahu dalam proses evakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Aparat terus mendalami berbagai kemungkinan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi keluarga korban di Surabaya, tetapi juga lingkungan pendidikan dan pesantren tempat korban menimba ilmu.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis remaja. Lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi mereka untuk berbagi dan mendapatkan dukungan.


(Red)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama