![]() |
| [Foto : Sangheyang Hamim Duta Wisata Internasional] |
Berkat perjuangan panjang beliau, pada 5 Agustus 2019 kawasan ini resmi dikukuhkan oleh HE Mr. Djuyoto Suntani, Presiden Dunia The World Peace Committee (TWPC) yang mewadahi 202 negara. Kini, visi besar ini siap dibawa melangkah lebih jauh: berdiri mandiri di kancah internasional, diakui dunia, sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar.
- Gelar & Peran: Panditho Topo Ngerame, Presiden Repoeblik Ngopi, Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia
- Filosofi Hidup: Menjalani laku spiritual di tengah keramaian dunia, merakyat namun memiliki kedalaman pemikiran leluhur.
- Prestasi Utama: Menginisiasi pengakuan internasional Gunung Arjuna melalui TWPC dan Jurnalis , menjadikan budaya dan kopi sebagai diplomasi damai antar bangsa.
- Prinsip Kerja: "Menduniakan Indonesia berakar dari kekuatan bumi sendiri, bukan meniru bangsa lain."
Berdasarkan landasan sejarah dan jaringan internasional yang telah terbangun, berikut adalah rencana eksekusi strategis untuk mewujudkan visi besar ini:
1. PENYUSUNAN MANIFESTO “ KAWASAN GUNUNG ARJUNA INDUK PERADABAN DUNIA”
Mendokumentasikan seluruh nilai spiritual, kearifan lokal, bukti sejarah, dan filosofi alam Kawasan Gunung Arjuna ke dalam bentuk:
- Buku Digital (E-book) dan Jurnal Ilmiah Populer.
- Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab agar dapat dibaca dan dipelajari oleh audiens lintas benua.
- Isi berisi narasi bahwa Nusantara, khususnya Kawasan Gunung Arjuna yang meliputi Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Blitar, Malang, adalah pusat asal-usul peradaban manusia dan keseimbangan alam semesta.
2. AKTIVASI JARINGAN DIPLOMASI THE WORLD PEACE COMMITTEE (TWPC)
Memanfaatkan pengakuan resmi dari 202 negara anggota WPC untuk mengusulkan agenda rutin:
- Menyelenggarakan Forum Tahunan Perdamaian & Peradaban langsung di kawasan Gunung Arjuna.
- Mengundang delegasi internasional, peneliti, dan tokoh dunia tanpa bergantung pada birokrasi pemerintahan. Langkah ini memperkuat legitimasi mandiri dan posisi kawasan sebagai pusat dialog global.
3. BRANDING EKONOMI KREATIF “HERITAGE OF ARJUNA”
Mengubah kekayaan alam kawasan dan lereng gunung menjadi produk bernilai jual tinggi berstandar ekspor:
- Mengembangkan produk berbasis Daun Kelor & Rempah Nusantara, tanaman asli yang tumbuh subur di wilayah ini.
- Narasi pemasaran: "Obat & Penyembuhan dari Induk Peradaban", menargetkan pasar kesehatan dan gaya hidup sehat dunia.
- Hasil ekonomi disalurkan kembali untuk pemeliharaan kawasan dan kesejahteraan warga sekitar.
4. KONSISTENSI SEBAGAI MODAL UTAMA
Ketekunan Sangheyang Hamim sejak tahun 1996 adalah pondasi kepercayaan. Didukung teknologi digital untuk penyebaran informasi dan jaringan TWPC, The World Peace Committe visi ini akan berubah menjadi gerakan nyata. Dampaknya tidak hanya pada pengakuan sejarah, namun juga:
Pelestarian Lingkungan: Kawasan terjaga kelestariannya.
Pemberdayaan Ekonomi: Membuka lapangan kerja dan usaha lokal.
Kebanggaan Nasional: Mengembalikan martabat sejarah bangsa Indonesia di mata dunia.
Gunung Arjuna bukan lagi sekadar nama di peta, melainkan simbol kebesaran leluhur yang kini siap berdiri sejajar dengan situs peradaban besar dunia. Semangat Sangheyang Hamim mengajarkan satu hal: Perubahan besar lahir dari keteguhan hati yang dirawat bertahun-tahun.
(Redaksi)
Redaksi
dibaca
