![]() |
| [Foto : Sinergi antara Komnas PPLH Jawatengah Bersama DLH Rembang] |
Koordinasi tersebut dipimpin Ketua KOMNAS PPLH Jawa Tengah, Nunik Rusmiyati, sebagai tindak lanjut atas sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan persoalan limbah dari rumah sakit, hotel, restoran, hingga pengelolaan limbah SPPG/MBG di wilayah Kabupaten Rembang.
Pertemuan itu membahas pentingnya pengawasan terpadu terhadap pengelolaan limbah domestik maupun limbah fasilitas umum agar tetap sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Dalam forum tersebut, KOMNAS PPLH Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Salah satu langkah konkret yang disiapkan yakni rencana kerja sama dengan PT Wahana Samudra Nusantara yang dipimpin Ramadhani Jaka Samudra, S.Si., M.KL.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan IPAL limbah domestik yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan, termasuk penyediaan vendor IPAL SPPG/MBG di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap koordinasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan pengawasan lingkungan, sekaligus mempercepat penanganan persoalan limbah demi terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Nunik Rusmiyati.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kabid Limbah B3 dan Pelestarian Lingkungan KOMNAS PPLH Gresik, M. Zainal Abidin, bersama Eko Nurhadiyanto, dalam rangka memperkuat edukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan limbah nasional.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, KOMNAS PPLH berharap standar pengelolaan limbah domestik dan fasilitas umum di berbagai daerah dapat terus meningkat, sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan hidup yang sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat di masa mendatang.
(Redaksi)
dibaca
