![]() |
| [Foto : Bupati Gresik meninjau Festival Panganan Giri Biyen sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan UMKM] |
Kegiatan yang rutin digelar setiap Minggu Kliwon ini menghadirkan konsep unik bernuansa tempo dulu. Para pedagang mengenakan busana tradisional, sementara transaksi jual beli menggunakan koin gobog, menciptakan pengalaman autentik yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif bagi pengunjung.
Sebanyak 43 pelaku usaha turut ambil bagian dengan menyajikan beragam kuliner khas Gresik yang kini mulai jarang ditemui. Festival ini menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kehadiran Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pelestarian kearifan lokal serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam keterangannya, Bupati Yani menegaskan bahwa Festival Panganan Giri Biyen memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata kuliner, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
“Festival ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal Giri di tengah arus modernisasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat sejak awal penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” tambahnya.
Melalui Pasar Panganan Giri Biyen, Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.
(ul RK)
dibaca
