![]() |
| [Foto : Dugaan Keracunan MBG di Kawasan Surabaya] |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya siswa dari 12 sekolah mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP harus mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebagian korban dirawat di Puskesmas Tembok Dukuh dan Puskesmas Asemrowo, sementara sejumlah siswa lainnya dirujuk ke RSIA IBI Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Seluruh siswa terdampak diketahui menerima distribusi makanan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani menyampaikan, dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Adapun menu yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi, krengsengan daging, tahu goreng, tumis sayur, dan buah jeruk.
“Mayoritas siswa mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut. Sampel makanan sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Menurut keterangan awal, dugaan sementara mengarah pada salah satu olahan lauk daging yang dinilai berbeda dari menu biasanya. Namun demikian, pihak kesehatan menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium dan investigasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal tersebut. Dinas Kesehatan Kota Surabaya langsung menerjunkan tim medis dan investigasi guna melakukan penanganan cepat terhadap para korban sekaligus mendalami sumber penyebab kejadian.
“Kami fokus pada penanganan siswa terdampak, pendataan korban, serta pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab,” jelasnya.
Pihak penyelenggara program MBG melalui dapur SPPG terkait disebut telah menghentikan sementara distribusi makanan dari lokasi tersebut sebagai langkah antisipasi. Selain itu, penyelenggara juga menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak karena program MBG merupakan salah satu program strategis yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Pengawasan terhadap kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, proses distribusi, hingga standar keamanan pangan dinilai harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga Senin malam, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik dan masih berada dalam pemantauan tenaga medis. Orang tua siswa berharap pemerintah dan pihak penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh demi menjamin keamanan konsumsi makanan bagi para pelajar di masa mendatang.
(Eko RK)
dibaca
