Rajawali Kompas

Diduga Frustrasi Tak Direstui Calon Mertua, Pemuda Banyumas Terjun ke Sungai Serayu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

[Foto : Petugas Gabungan dan Tim SAR Saat melakukan pencarian korban Bunuh Diri Di Sungai Serayu]
Banyumas | Rajawalikompas.com  — Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Jembatan Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Seorang pemuda bernama Imam Fauzi (32), warga RT 4 RW 2 Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, diduga nekat mengakhiri hidup dengan terjun ke Sungai Serayu setelah mengalami tekanan pribadi terkait hubungan asmara yang tidak mendapat restu keluarga calon pasangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (10/5/2026). Sebelum kejadian, korban diketahui sempat bertemu dengan teman dekat perempuannya di kediaman korban. Dalam pembicaraan tersebut, muncul persoalan mengenai hubungan mereka yang disebut tidak mendapat restu dari orang tua pihak perempuan karena pekerjaan korban dianggap belum mapan.

Kondisi itu diduga membuat korban terpukul dan emosinya tidak terkendali. Dalam situasi penuh tekanan, korban dikabarkan mengutarakan niat untuk pergi ke Sungai Serayu dan mengakhiri hidupnya.

Teman korban, Rafli Ardianto, disebut telah berusaha keras mencegah niat tersebut. Bahkan, saksi sempat mengamankan kunci sepeda motor korban agar tidak pergi ke lokasi kejadian. Namun upaya itu gagal setelah korban berhasil merebut kembali kunci motornya dan melaju menuju jembatan Sungai Serayu.

Upaya penyelamatan terus dilakukan melalui aksi pengejaran oleh rekan korban. Sesampainya di lokasi, saksi masih sempat berusaha menahan tubuh korban agar tidak melompat ke sungai.

Kapolsek Banyumas, AKP Sudiyono menjelaskan bahwa saksi sempat memegang tangan korban sebelum akhirnya terlepas.

“Teman laki-laki korban sempat menahan, tapi tidak kuat lalu melepas tangannya dan korban jatuh ke sungai,” terang AKP Sudiyono saat berada di lokasi kejadian, Senin (11/5/2026).

Sebelum terjun ke sungai, korban diketahui sempat menitipkan sepeda motor, telepon genggam, dan sandalnya kepada seorang pemancing yang berada di sekitar jembatan. Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.57 WIB, korban dilaporkan jatuh ke aliran Sungai Serayu yang arusnya cukup deras.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, relawan, BPBD, Baznas, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu proses penyisiran.

Peristiwa ini menarik perhatian warga dan menyebabkan lokasi jembatan dipadati masyarakat yang datang silih berganti untuk menyaksikan proses pencarian.

Pihak keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat yang ikut membantu pencarian Imam Fauzi. Mereka berharap korban segera ditemukan agar dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga.

Kapolsek Banyumas juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar, terutama mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup maupun persoalan pribadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, lingkungan, dan komunikasi yang baik sangat penting dalam membantu seseorang menghadapi persoalan hidup agar tidak berujung pada tindakan tragis.

(GNRK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama