![]() |
| [Foto : Kendaraan Yang Di Duga di pakai Untuk Mengangsu BBM Bersubsidi Di Purworejo] |
Peristiwa tersebut bermula ketika awak media mencurigai sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi AA 17XX GC yang baru saja keluar dari sebuah SPBU di wilayah setempat. Karena gerak-geriknya dianggap mencurigakan, kendaraan tersebut kemudian diikuti hingga berhenti di area Desa Meggulung.
Kecurigaan awak media akhirnya terbukti setelah mendapati aktivitas dugaan penyedotan BBM dari tangki mobil ke beberapa jerigen menggunakan alat tertentu. Aktivitas tersebut diduga kuat merupakan bagian dari praktik pengangsu BBM subsidi yang berpotensi melanggar aturan distribusi energi bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil.
Saat hendak dikonfirmasi terkait aktivitas tersebut, oknum yang berada di lokasi justru menunjukkan sikap emosional dan diduga melakukan intimidasi terhadap awak media.
“Kenapa kamu mengikuti? Aku beli, bukan mencuri. Awas kamu ya, nanti kita ketemu lagi. Pergi sana, awas kalau tidak pergi,” ucapnya dengan nada tinggi.
Situasi yang dinilai mulai memanas membuat awak media memilih meninggalkan lokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keselamatan di lapangan.
Dugaan praktik pengangsu dan penimbunan BBM subsidi seperti ini dinilai sangat merugikan masyarakat maupun negara. Selain menghambat distribusi BBM subsidi bagi warga yang benar-benar membutuhkan, praktik tersebut juga berpotensi memicu kelangkaan dan penyimpangan distribusi energi bersubsidi di tingkat bawah.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum, Pertamina, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan aktivitas ilegal tersebut, termasuk menelusuri asal-usul BBM, pola distribusi, hingga kemungkinan adanya jaringan penyaluran BBM subsidi secara tidak sah.
Pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi juga dinilai perlu diperketat, terutama terhadap kendaraan yang diduga melakukan pembelian berulang dalam jumlah tidak wajar. Masyarakat meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas agar subsidi negara benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan publik dan peran media tetap penting dalam mengungkap dugaan praktik-praktik penyimpangan yang merugikan kepentingan masyarakat luas.
(Tim RK)
dibaca

