![]() |
| [Foto : Samsul Hidayat Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan] |
Perjalanan pria yang akrab disapa “Lek Sul” ini menjadi potret utuh kaderisasi politik yang berjenjang dan matang. Ia menapaki karier dari akar rumput, berangkat dari dunia pendidikan hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di parlemen daerah.
Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Samsul Hidayat adalah seorang pendidik yang mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Ia pernah menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) di SMP Negeri 1 Gempol serta menjabat Kepala Sekolah di MI Al Rosyad, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun perspektif kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.
“Pengabdian di dunia pendidikan memberikan saya pemahaman langsung tentang kebutuhan masyarakat. Itu menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah politik,” ungkapnya.
Tahun 2004 menjadi titik balik ketika ia memutuskan meninggalkan dunia pendidikan demi totalitas di jalur politik bersama Partai Kebangkitan Bangsa. Meski sempat mengalami kegagalan pada awal pencalonan, ia tetap mengabdi sebagai Sekretaris Desa Wonosari sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota legislatif pada 2009.
Keputusan besar untuk meninggalkan peluang menjadi PNS demi kembali bertarung di Pemilu menjadi bukti komitmennya. Kini, Samsul telah memasuki periode keempat sebagai wakil rakyat.
Kekuatan utama Samsul terletak pada basis sosial dan ideologinya yang kokoh. Ia tumbuh sebagai kader organik di lingkungan Nahdlatul Ulama, berproses dari tingkat ranting hingga dipercaya memimpin PC GP Ansor Bangil selama dua periode.
Di internal Partai Kebangkitan Bangsa, ia dikenal sebagai kader militan yang meniti karier dari tingkat bawah hingga kini menjabat Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan untuk masa bakti 2021–2026, melanjutkan kepemimpinan sebelumnya.
Peran Samsul semakin terlihat dalam dinamika politik lokal, khususnya pada momentum Pilkada 2024. Ia dipercaya sebagai ujung tombak pemenangan Mujib Imron, yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari struktur partai.
Namun, yang menjadi kekuatan utama Samsul bukan hanya loyalitas, melainkan kemampuannya membangun komunikasi politik yang inklusif. Di tengah potensi rivalitas pasca kontestasi, ia justru tampil sebagai jembatan yang meredam ketegangan antara legislatif dan eksekutif.
Pendekatan dialogis dan terbuka yang ia bangun berhasil menciptakan harmonisasi politik yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan sekadar kepentingan kelompok.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPRD, Samsul memegang prinsip bahwa kekuasaan adalah instrumen untuk menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Nilai tersebut selaras dengan prinsip khoirunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, terutama dalam proses pembahasan anggaran daerah.
“Kami berupaya maksimal agar aspirasi masyarakat dapat terakomodasi, meskipun ada keterbatasan anggaran. Prinsipnya adalah terus berbuat yang terbaik untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Seiring perjalanan politiknya yang terus menguat, nama Samsul Hidayat kini juga masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan sikapnya yang tetap tegak lurus pada garis komando partai.
“Saya siap mengikuti arahan dan instruksi pimpinan partai,” ujarnya singkat.
Dengan rekam jejak panjang, kemampuan komunikasi yang matang, serta loyalitas yang teruji, Samsul Hidayat dinilai memiliki kapasitas untuk membawa DPRD Kabupaten Pasuruan menjadi lembaga yang lebih progresif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
(Hamim RK)
dibaca
