![]() |
| [Foto : Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-48 Universitas Muhammadiyah Gresik di Gedung Graha Kartini Gresik, Rabu (2/4/2026).] |
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda ke-48 UMG di Gedung Graha Kartini Gresik, Rabu (2/4/2026).
Sebanyak 593 wisudawan dari jenjang Diploma 3 hingga Strata 2 resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut. Wabup Alif menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal untuk terjun ke dunia nyata yang penuh tantangan.
“Wisuda bukan garis akhir, tapi awal untuk melangkah lebih berani dan memberi dampak nyata,” tegasnya.
Ia mengingatkan, ketidakpastian ekonomi global dan percepatan teknologi saat ini menuntut generasi muda untuk adaptif dan kreatif. Dalam kondisi tersebut, menurutnya, peluang selalu terbuka bagi mereka yang berani mengambil langkah.
Karena itu, ia mendorong lulusan UMG agar tidak terpaku pada mindset mencari pekerjaan, melainkan mulai membangun usaha mandiri. Terlebih, Kabupaten Gresik dinilai memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari industri, perikanan, UMKM hingga ekonomi digital.
“Gresik ini ladang peluang. Tinggal bagaimana kita mampu membaca dan memanfaatkannya,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya karakter dalam dunia usaha. Sikap pantang menyerah, disiplin, dan empati disebut sebagai fondasi utama untuk bertahan dan berkembang.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong tumbuhnya wirausaha muda melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga kemudahan perizinan.
“Kami ingin lulusan UMG menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor UMG, Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa wisuda ke-48 ini menjadi momentum strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan.
“UMG berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki daya saing, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha,” pungkasnya.
(ul RK)
dibaca
