Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.
Sebanyak 20 finalis terbaik terpilih dari 109 pendaftar setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan sekaligus teladan bagi remaja di Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusia.
“Generasi muda merupakan investasi strategis yang harus dipersiapkan menjadi pribadi yang unggul, berdaya saing, serta mampu menghindari berbagai perilaku berisiko,” ujarnya.
Data menunjukkan tren positif dalam penurunan dispensasi pernikahan, dari 211 kasus pada 2023 menjadi 176 kasus pada 2025. Hal ini didukung oleh kebijakan Peraturan Bupati Gresik Nomor 23 Tahun 2025.
Namun demikian, tantangan masih ada. Pada tahun 2025 tercatat 638 kasus perlindungan anak, dengan 321 kasus melibatkan anak. Sementara prevalensi stunting juga masih menjadi perhatian, meski mengalami penurunan menjadi 15,2 persen pada 2024.
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Bunda Genre, Nurul Haromaini, menyampaikan bahwa Duta Genre memiliki peran strategis dalam menghadapi era digital.
“Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi sekaligus motivator bagi generasi muda,” tuturnya.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, menambahkan bahwa program Genre merupakan bagian dari implementasi Bangga Kencana, dengan fokus pada kesehatan reproduksi remaja.
Pada ajang ini, pasangan Serry Satya dan Chandra Ari meraih Juara I, diikuti Shesa Nayla dan Raditya Moreno sebagai Juara II, serta Fahri Zaidan dan Syirilla Syila sebagai Juara III.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap lahir generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas.
(Redaksi RK)
dibaca
