![]() |
| [Foto : Wakil Presiden RI Ke 6 Jendral TNI (Purn) H Try Sutrisno Dalam Kenangan] |
Kabar duka tersebut disampaikan keluarga melalui pernyataan tertulis kepada kerabat dan masyarakat. Jenazah almarhum akan dimandikan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto, sebelum kemudian disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam pernyataannya, keluarga memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima. Keluarga juga memohon dimaafkan atas segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup.
Try Sutrisno dikenal sebagai sosok perwira tinggi yang meniti karier dari bawah hingga mencapai puncak kepemimpinan militer nasional. Ia mengawali karier militernya di lingkungan Angkatan Darat dan terlibat dalam berbagai penugasan strategis di dalam maupun luar negeri.
Puncak karier militernya terjadi saat ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Dalam posisi tersebut, almarhum berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional pada masa transisi dan dinamika politik yang kompleks.
Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno dikenal memiliki gaya kepemimpinan tegas namun cenderung menekankan profesionalisme prajurit serta soliditas institusi militer.
Usai menuntaskan pengabdiannya di militer aktif, Try Sutrisno kemudian dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 untuk periode 1993–1998.
Selama menjabat sebagai wakil kepala negara, almarhum berperan dalam berbagai kebijakan strategis pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan stabilitas nasional, hubungan sipil-militer, serta kesinambungan pembangunan nasional di era Orde Baru.
Kiprah Try Sutrisno menempatkannya sebagai salah satu figur sentral yang menjembatani peran militer dan pemerintahan sipil pada masanya.
Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak panjang pengabdian di bidang pertahanan dan pemerintahan, serta menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
(Wid RK)
dibaca
